Berita Utama
Selasa, 20 Mei 2008, 18:00:59 WIB
100 Tahun Kebangkitan Nasional
Indonesia Kini Bukan Mimpi
Jakarta: "Indonesia yang seratus tahun lalu hanya mimpi, aspirasi, dan konsep, kini telah menjadi kenyataan, menjadi jati diri kita, menjadi negara besar yang kita cintai bersama. Kita semua bertekad memasuki abad ke 21 ini. Indonesia dapat benar-benar menjadi bangsa yang kuat, maju, dan unggul. Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan rasa hormat, terimakasih, serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pendiri dan pejuang bangsa yang telah mengantarkan kita semua ke tingkat kehidupan bangsa yang semakin maju."Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pidatonya dalam rangka 100 Tahun Kebangkitan Nasional yang disiarkan pukul 17.00 WIB di seluruh stasiun televisi Indonesia, Selasa (20/5). Dikatakan, "Kita sering dihantui kegamangan, keraguan, dan ketidakpercayaan diri dalam menjalani kehidupan bangsa yang semakin banyak tantangan dan dalam perkembangan dunia yang semakin kompleks. Kita bertanya apakah perjalanan bangsa ini telah berada pada arah yang benar? Apakah bangsa kita bisa menjadi negara maju pada abad ke-21 ini? Ketika bangsa kita kembali diuji oleh krisis energi dan krisis pangan dunia apakah kita bisa menghadapi dan mengatasinya?" ujar SBY.
"Terhadap pertanyaan itu, jawabannya adalah perjalanan bangsa Indonesia telah berada pada arah yang benar. Indonesia bisa menjadi negara maju di abad 21 dan krisis energi serta pangan dunia dapat kita atasi karena sejak 100 tahun yang lalu, sejak bangsa kita bangkit, kita telah menjadi bangsa yang berkemampuan, bangsa yang bisa. Bisa mengubah nasib, bisa bersatu, bisa mengusir penjajah, bisa meraih dan mempertahankan kemerdekaan, dan bisa mengatasi berbagai tantangan sejarah," lanjutnya.
Bangsa Indonesia mulai bangkit pada tanggal 20 Mei 1908 ketika Organisasi Budi Oetomo didirikan di Kampus Stovia Jakarta. "Budi Oetomo merupakan suatu inovasi politik yang baru untuk pertama kalinya timbul di bumi nusantara, suatu organisasi modern dengan cara pandang yang baru dan beda. Kelahiran Budi Oetomo telah menjadi tonggak yang menumbuhkan semangat perjuangan sekaligus menjadi inspirasi berdirinya berbagai organisasi di seluruh pelosok tanah air baik yang bersifat kedaerahan, politik, serikat pekerja, keagamaan, maupun kewanitaan," terang SBY.
Hal inilah, menurut Presiden SBY yang mewarnai Kebangkitan Nasional dan mencapai puncaknya pada tahun 1928 dengan bersatunya kelompok organisasi khususnya organisasi kepemudaan untuk mewujudkan suatu gerakan kebangsaan yang sejati melalui sumpah pemuda. "Sejak itu nasionalisme Indonesia terus berkembang, menjalar, dan berkobar di seluruh penjuru tanah air. Dengan semangat nasionalisme itulah kita berhasil meraih kemerdekaan yang kita cita-citakan. Selanjutnya kitapun berhasil mempertahankan kemerdekaan itu dengan darah, keringat, dan air mata. Kita juga berhasil menjaga keutuhan negara dari berbagai ancaman separatisme," ujar SBY. (osa)



