Berita Utama

100 Tahun Kebangkitan Nasional

Presiden: Bangsa Indonesia Tidak Pernah Menyerah

"Bangsa Indonesia dapat berdiri tegak karena kita mempunyai semangat perjuangan yang tinggi, tidak pernah menyerah menghadapi penjajahan, kemiskinan, kebodohan, dan bencana alam. Kita mampu bersatu sebagai bangsa. Dan kita tetap berdiri tegak karena mampu beradaptasi di tengah arus perubahan," demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pidato yang disiarkan seluruh stasiun televisi Indonesia dalam menyambut 100 Tahun Kebangkitan Nasional, hari Selasa (20/5) sore.

"Karena itulah kita perlu bersyukur. Perayaan 100 Tahun Kebangkitan Nasional sejatinya merupakan momentum yang mengikat anak bangsa Indonesia yang lahir di tiga abad yang berbeda yaitu abad ke-19, abad ke-20, dan abad ke-21 yang terus berjuang membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Karakter dan kualitas inilah yang menjadi modal utama kita untuk melanjutkan tahapan perjuangan bangsa di awal abad II," tambahnya.

"Tantangan yang dihadapi Indonesia untuk mencapai tujuan mulia ini memang lebih berat dan kompleks dari tantang yang dihadapi di masa lalu. Untuk menjadi bangsa yang berhasil, Presiden SBY mengatakan ada tiga syarat fundamental yang harus dibangun dan dimiliki. Pertama, kita harus menjaga dan memperkuat kemandirian kita. Kedua, kita harus memiliki daya saing yang makin tinggi. Ketiga, kita harus mampu membangun dan memiliki peradaban bangsa yang mulia," SBY menjelaskan. "Dengan ketiga kekuatan utama ini, Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan cobaan, betapapun beratnya dan apapun bentuknya. Dengan ketiga kekuatan ini pula kelak kita akan menjadi negara maju dan unggul," lanjutnya.

"Dewasa ini kita menghadapi tantangan yang berat, yang sebagian besar berasal dari luar. Dunia dihantui oleh krisis pangan, krisis energi, dan ancaman resesi ekonomi. Semua ini, suka atau tidak suka akan berdampak pada Indonesia karena kita adalah bagian dari sistem perekonomian dunia. Namun saya yakin kita dapat mengatasinya jika kita terus berikhtiar mencari solusi, selalu tabah, dan tetap bersatu," terang SBY.

"Menghadapi krisis energi dan pangan dunia, mulai dari sekarang dan kedepan, Presiden SBY mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus meningkatkan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan ekonomi Indonesia. Kedepan, apapun tantangannya kita harus terus mempertahankan dan memperkuat ketiga kekuatan bangsa tersebut," kata Presiden SBY.

"Kita semua tahu bahwa bangsa-bangsa besar di seluruh dunia selalu mau dan mampu secara bersungguh-sungguh belajar dari sejarah masa lampaunya. Hari ini, 20 Mei 2008, seratus tahun setelah Indonesia bangkit dan setelah berjuang satu abad lamanya, kita semua patut bersyukur. Sebagai bangsa yang besar kita harus optimis menatap masa depan. Saya mengajak saudara-saudara marilah kita terus berjuang, melangkah, dan bekerja keras bersama untuk meraih masa depan Indonesia yang gemilang. Marilah kita lanjutkan reformasi untuk terus mengembangkan demokrasi, menegakkan hukum, membangun sistem yang bersih dan meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan rakyat. Majulah Indonesia," seru Presiden SBY. (osa)