Berita Utama

100 Tahun Kebangkitan Nasional

Kebangkitan Indonesia yang Optimis

Presiden SBY didampingi Ibu Negara, Wapres JK dan Ibu Mufidah JK serta  para menteri menghadiri peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, di Gelora Bung Karno, Selasa (20/5) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Negara, Wapres JK dan Ibu Mufidah JK serta para menteri menghadiri peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, di Gelora Bung Karno, Selasa (20/5) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Selasa (20/5) malam menghadiri Puncak Peringatan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Gedung olahraga yang berkapasitas 100 ribu orang ini penuh sesak kehadiran masyarakat berbaur bersama anggota TNI dan Polri yang datang secara bergelombang sejak siang hari.

Saat tiba di tempat acara pukul 19.00 WIB, Presiden SBY didampingi Ibu Negara, massa yang memenuhi stadion berkapasitas 100 ribu orang ini dengan kibaran bendera Merah Putih berukuran kecil, sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Acara diawali atraksi terjung payung dari TNI dan Polri. Diakhir acara Presiden mencanangkan "Indonesia Bisa." Panitia 100 Tahun Kebangkitan Nasional mempersembahkan pagelaran yang merupakan rangkaian cerita tentang cermin wajah Indonesia yang optimis, dalam sebuah komposisi pertunjukan yang indah, serta rangkaian kesenian dari Sabang sampai Merauke, dan atraksi langsung dari TNI dan Polri.

Dalam rangkaian acara kesenian, ditampilkan tari dan lagu dari seluruh Nusantara yang dibawakan sekitar 1025 orang, juga TNI yang mengerahkan 38.706 personel terdiri dari prajurit, karyawan sipil, serta keluarganya. Prajurit TNI terlibat dalam berbagai aktraksi, antara lain drumband, terjung payung dan konfigurasi. Untuk pengibaran bendera Merah Putih TNI mengerahkan 1000 orang prajurit, sementara aubade dibawakan 5 ribu mahasiswa dari Universitas Indonesia yang mengenakan jas almamater warna kuning. Tampak hadir seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu, duta besar negara sahabat, Panglima TNI Djoko Santoso, Kapolri Sutanto, dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win)