Berita Utama

Presiden SBY:

Mari Utamakan Mengatasi Persoalan Bersama

Presiden SBY menyampaikan pengarahan saat menerima peserta Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia, di Istana Negara, Kamis (22/5) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan pengarahan saat menerima peserta Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia, di Istana Negara, Kamis (22/5) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Menghadapi krisis pangan dan energi global, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan ajakan moral agar bangsa Indonesia tetap bersatu, jangan saling salah-menyalahkan, dan jangan hanya jadi penonton. ”Meskipun tahun depan akan ada pemilihan umum, mari kita utamakan mengatasi persoalan bersama ini ketimbang kepentingan masing-masing yang kental dengan kepentingan politik,” kata Presiden SBY dalam pidato pengarahannya saat menerima peserta Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia di Istana Negara, Kamis (22/5) pagi.

Presiden SBY yakin bahwa peran agama sangat-sangat penting. ”Ajaran agama merupakan sumber dan rujukan membangun peradaban bangsa yang mulia. Peran pemuka agama dalam membimbing umat sangat penting. Untuk membangun perdadaban bangsa, saya sangat mengandalkan pemuka agama, pendidik, dan orangtua. Ketiga inilah yang akan menjadi pilar untuk membangun peradaban,” ujar Presiden SBY.

”Banyak elemen yang menyangkut peradaban. Pertama adalah nilai, jati diri, dan karakter bangsa yang luhur dan terhormat. Kedua, semangat dan etos kerja yang kuat dan gigih. Ketiga, persaudaraan dan kerukunan yang kuat. Empat, tanggung jawab untuk memelihara kelestarian lingkungan. Lima, bangsa yang berperadaban baik ketika menghadapi konflik akan mengedepankan cara-cara damai dan demokratis. Enam, dalam dunia yang telah berubah, identitas ke Indonesiaan kita harus terus dijaga,” Presiden SBY menerangkan.

Dalam kesempatan tersebut Presiden SBY tidak lupa mengingatkan, meskipun para pemuka agama dan umat beragama di Indonesia memiliki ikatan dengan perkampungan keagamaan dunia, namun ikatan keagamaan bangsa Indonesia harus lebih kuat. ”Yang harus kita lakukan adalah marilah kita menjadi contoh dan memberi contoh. Para pemimpin agama agar menjadi dan memberi contoh agar akhlak dan budi pekerti rakyat baik,” tandasnya. (osa)