Berita Utama

Jubir Presiden Bertemu Perwakilan BEM UI

Lebih Baik Dialog dan Sampaikan Aspirasi

Jakarta: Delapan orang mahasiswa perwakilan dari Departemen Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Jumat (23/5) siang, diterima oleh Juru Bicara Presiden, Andi A. Mallarangeng, di Ruang Rapat Binagraha, kompleks Istana Kepresidenan. Kedatangan mereka pada siang hari itu adalah untuk melakukan dialog serta menyampaikan aspirasi.

Dijelaskan oleh Andi usai menerima perwakilan BEM UI, bahwa pemerintah memberikan apresiasi terhadap niat dari mahasiswa tersebut untuk datang ke kompleks istana dan melakukan dialog. "Daripada sekadar demo-demo di depan dan berteriak-teriak. Mereka bisa mempertanyakan apa yang menjadi kebijakan pemerintah, bisa memberikan aspirasi dengan pendapatnya sehingga kita bisa berdialog," ujar Andi. Tidak harus setuju atau sepakat dengan kebijakan-kebijakan tersebut, lanjut Andi, tapi paling tidak dialog ini adalah cara yang positif.

Menurut Andi, pemerintah dan mahasiswa memiliki semangat yang sama. "Kita punya semangat yang sama, ingin yang terbaik bagi negeri ini, karena sama-sama ingin mementingkan rakyat dan mencari cara yang terbaik bagi rakyat. Mudah-mudahan kawan-kawan ini bisa mengerti," Andi menjelaskan.

Hal-hal yang dibahas oleh perwakilan BEM UI, yang dipimpin oleh Ifan, ini antara lain mengenai kebijakan harga BBM, kompensasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta beberapa topik yang masih berkaitan dengan hal-hal tersebut. "Kami berdialog tentang harga BBM, BLT. Kawan-kawan BEM ini mempunyai pendapat dari hasil kajian-kajian mereka sendiri. Saya punya kesempatan untuk menjelaskan," kata Andi, yang ketika memberi keterangan didampingi para mahasiswa BEM UI tersebut. Andi menambahkan, aspirasi dan masukan para mahasiswa dari BEM UI itu akan langsung disampaikan kepada Presiden SBY.

Bagi Presiden, Andi menjelaskan, menaikkan harga BBM ini adalah risiko politik yang harus diambil. "Tapi beliau lebih baik merisikokan karir politiknya, popularitas politiknya, untuk menyelamatkan ekonomi negara," Andi menegaskan. (mit)