Berita Utama
Jumat, 23 Mei 2008, 14:25:23 WIB
Andi Mallarangeng:
Pemimpin Harus Buat Keputusan, Walaupun Punya Risiko Politik
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memiliki keinginan untuk menaikkan harga BBM, namun harga minyak dunia telah mencapai 135 dolar AS per barel. "Bagaimana kalau harga minyak naik terus? Sekarang 135 dolar, ada yang bilang nanti mencapai 150 dolar, dimana berhentinya kenaikan BBM itu? Kalau naik terus posisinya, ya terpaksa menaikkan harga BBM, tapi terbatas," kata Juru Bicara Presiden, Andi A.Mallarangeng, di Kantor Jubir, Binagraha, Jakarta, usai salat Jumat (23/5).Kepada kelompok masyarakat yang paling terkena dampak tingginya harga BBM ini, pemerintah telah menyiapkan kompensasi dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Bantuan Langsung Tunai ini disiapkan dulu, baru nanti kita naikkan harga BBM," Andi menjelaskan.
Yang penting, lanjut Andi, keputusan tersebut bisa menyelamatkan perekonomian negara. "Karena kalau tidak melakukan apa-apa, maka ekonomi negara bisa hancur, karena APBN pasti jebol," Andi menambahkan.
Menurut Andi, menaikkan harga BBM ini pada dasarnya adalah risiko politik yang harus diambil oleh Presiden SBY. "Tugas beliau yang utama adalah menyelamatkan ekonomi negara. Yang penting ekonomi negara selamat. Kalau korbannya adalah popularitas politik beliau, ya itulah risiko seorang pemimpin. Pemimpin harus membuat keputusan walaupun itu punya risiko politik yang bisa membahayakan karir politiknya," lanjut Andi. (mit)



