Berita Utama
Jumat, 23 Mei 2008, 18:10:12 WIB
Presiden Menerima PP Pemuda Muhammadiyah
Subsidi BBM Selama Ini Tidak Tepat Sasaran
Jakarta: Pemuda Muhammadiyah menilai, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah konsekuensi dihapuskannya subsidi BBM secara bertahap. “Kami meyakini, bahwa subsidi BBM saat ini tidak tepat sasaran,” kata Muhammad Izzul Muslimin, Ketua Umum PP Pemuda Muhammdiyah, dalam keterangan pers, seusai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Jumat (23/5) sore.Muhammad Izzul, bersama pengurus Pemuda Muhammadiyah lainnya, menemui Presiden SBY untuk menyampaikan rencananya mengadakan dialog nasional memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Acara ini akan diselenggarakan pada 28 Juli mendatang.
Menurut Izzul, subsidi BBM memiliki empat kesalahan mendasar. Pertama, subsidi tidak memenuhi rasa keadilan karena lebih banyak dinikmati kelas menengah daripada orang miskin. Kedua, menyebabkan terjadinya penyelewengan akibat perbedaan harga BBM di Indonesia dan luar negeri. Ketiga, subsidi BBM menumbuhkan perilaku boros dalam penggunaan energi.
“Keempat, kami melihat bahwa dari subsidi BBM ini ada persoalan yang barangkali menjadi problem terbesar, yakni APBN kita menjadi tidak terkendali. Subsidi menyebabkan APBN terganggu dan berdampak buruk pada pembangunan infrastruktur, yang ini juga pada akhirnya akan mengganggu perekonomian Indonesia,” Izzul menjelaskan.
Tapi, Pemuda Muhammadiyah menyadari bahwa ketika subsidi BBM ini nanti dicabut, atau secara bertahap dihapuskan, akan ada gejolak. Dampak yang paling dirasakan adalah kenaikan harga, yang akan menyebabkan inflasi, kerawanan sosial, dan masalah politik lainnya. Pemuda Muhammadiyah berharap pemerintah cepat melakukan tindakan-tindakan untuk meminimalisir dampak kenaikan BBM itu.
Ada lima hal yang disampaikan Pemuda Muhammadiyah kepada Presiden SBY sebagai kompensasi pencabutan subsidi BBM. Yakni, subsidi pangan, kesehatan, pendidikan, peningkatan lapangan kerja, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Soal BLT, Pemuda Muhammadiyah berharap ada kontrol, mengingat pengalaman tahun 2005 silam. “Kalau tidak dilakukan kontrol yang baik kita khawatir terjadi penyimpangan,” ujar Izzul.
Dalam pertemuan dengan PP Pemuda Muhammadiyah ini, Presiden SBY didampingi kedua Jubirnya, Andi A.Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (nnf).



