Berita Utama
Jumat, 23 Mei 2008, 18:20:41 WIB
Soal Rencana Kenaikan BBM
Ini Pilihan Paling Rasional yang Harus Diambil
Jakarta: Rencana menaikkan harga BBM memang tidak popular. Tapi inilah pilihan paling rasional yang harus diambil pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah. M.Izzul Muslimin, mengatakan hal itu usai diterima Presiden SBY, di Kantor Presiden, Jumat (23/5) sore.Presiden SBY, kata Izzul, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan saat ini memang kesannya tidak populer. “Akan menaikkan BBM, tetapi inilah pilihan paling rasional yang harus diambil. Bapak Presiden menyampaikan bahwa dengan berbesar hati bahwa itu akan berisiko pada popularitas beliau. Tapi Presiden mengatakan bahwa inilah pilihan yang akan menyelamatkan bangsa untuk saat ini. Bagaimanapun BBM harus naik sebagaimana selama ini sudah disampaikan oleh pemerintan,” Izzul, yang dalam keterangan persnya didampingi Jubir Presiden, Andi A.Mallarangeng, menambahkan.
Andi Mallarangeng menambahkan, Presiden SBY sangat mengapresiasi pikiran-pikiran dari Pemuda Muhammadiyah. “Walaupun Presiden juga melihat apa yang dilakukan oleh kawan-kawan Pemuda Muhammadiyah ini nampaknya berlawanan arus dengan yang kita lihat di media massa, Pemuda Muhammadiyah tampaknya memiliki pemikiran-pemikiran yang jernih, melihat dengan landasan teoritis yang kuat,” kata Andi.
Apa yang dilakukan pemerintah, lanjut Andi, tentu saja memang suatu yang sangat berat. “Tetapi pemimpin harus mengambil keputusan untuk menyelamatkan ekonomi negara, walaupun berisiko terhadap popularitas politiknya sebagai seorang Presiden. Tetapi itulah yang harus diambil,“ Andi menegaskan.
Soal usulan Pemuda Muhammadiyah tentang pengalihan subsidi BBM kepada alternatif lain yang lebih tepat sasaran, Andi menjelaskan bahwa SBY mengapresiasi usulan tersebut. “Mulai sekarang secara bertahap kita mengubah paradigma subsidi barang, harga barang, menjadi subsidi orang,“ Andi menjelaskan. (nnf)



