Berita Utama
Jumat, 23 Mei 2008, 23:12:52 WIB
Pemerintah Umumkan Kenaikan Harga BBM
Purnomo: Kenaikan ini Diputuskan Setelah Melalui Pertimbangan Seksama
Presiden SBY memimpin rapat kabinet di kantor Sekretaris Negara, Jumat (23/5) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
"Kenaikan ini diputuskan setelah melalui pertimbangan yang seksama. Sejak setahun terakhir harga minyak mentah terus melambung. Kalau tahun lalu harga minyak berkisar pada angka 80 Dolar AS/barrel, saat ini harganya berada pada tingkat di atas 130 Dolar AS/barrel. Hal ini menggelembungkan angka subsidi BBM ke tingkat yang tidak mungkin lagi dipertahankan," ujar Purnomo.
"Kenaikan harga minyak mentah itu memberatkan APBN. Oleh karenanya perlu dilakukan penyesuaian harga jual. Penyesuaian harga BBM bersubsidi meliputi rumah tangga, usaha kecil, perikanan, transportasi, pelayaan umum, yaitu bensin premiun harga lama Rp. 4.500,- menjadi Rp. 6000,-/liter, solar Rp 4.300,- /liter menjadi Rp 5. 500,-/liter, minyak tanah dari harga Rp 2.000,/liter menjadi Rp 2.500,-/liter, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Sementara itu Sri Mulyani mengatakan, "Jika harga minyak mencapai rata -rata USD 120/barrel sepanjang tahun 2008 maka subsidi BBM mencapai lebih dari Rp 200 triliun. Padahal menurut UU No 16/2008 tentang APBN (P) 2008 yang disetujui DPR ditetapkan batas maksimal anggaran subsidi BBM hanya sebesar Rp 135,1 triliun.
"Langkah yang dilakukan pemerintah, meskipun sulit dan terpaksa harus dilakukan, sebetulnya merupakan opsi yang terakhir karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pemerintah telah melakukan langkah-langkah penghematan, pengurangan belanja negara untuk menjaga keseluruhan anggaran pemerintah, dan tetap menjaga program pemerintah yang prioritas seperti pengentasan kemiskinan, infrastruktur serta revitalisasi dibidang pertanian kehutanan dan perkebunan," tambahnya.
Beberapa menteri yang hadir dalam keterangan pers ini antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri Mardiyanto, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menhub Jusman Syafei, Mendag Mari E Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Menteri Kominfo M.Nuh. (win)



