Berita Utama
Senin, 26 Mei 2008, 14:35:32 WIB
Wisata Istana Sudah Diikuti 3.195 Pengunjung
Jakarta: Sejak pembukaan program Wisata Istana, Sabtu (24/5) lalu, sudah 3.195 orang mengunjungi Istana, dalam dua hari, Sabtu-Minggu. Hal itu dijelaskan oleh Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, kepada wartawan dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Senin (26/5) siang.”Saya ingin melaporkan kepada masyarakat mengenai Wisata Istana, yang disambut dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan dari berbagai daerah. Pada hari pertama, jumlah pengunjung 1.296 orang, terdiri 38 kelompok terpimpin. Hari kedua, Minggu (25/5), 1.899 orang terdiri 63 kelompok terpimpin. Setiap kelompok terpimpin terdiri dari 25 orang. Tapi untuk hari pertama lebih fleksibel, dengan jumlah lebih dari 25 tapi kurang dari 50 orang,” Andi menjelaskan.
”Dari pengamatan kami, masyarakat luar biasa antusias mengikuti program ini. Memang tujuan kita melihat Istana Rakyat sebagai 100 Tahun Kebangkitan Nasional dan bagian dari Visit Indonesia Year, beberapa turis asing datang dan berkunjung,” Andi menambahkan.
Dari pengalama dua hari tersebut, masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Antara lain, sebagaimana masukan dari pengunjung, soal pengelompokan (kloter) saat pendaftaran pengunjung perlu diperbaiki agarlebih cepat, lebih lancar, lebih nyaman. "Dalam hal tempat penitipan, pada waktu rombongan masuk Istana, semuanya akan kita perbaiki terus. Jenis barang yang dijual di toko souvenir belum banyak. Pengunjung ingin harganya lebih murah-meriah. Ini semua jadi perhatian kita,” kata Andi.
Program Wisata Itana ini dibuka jam 9.00-16.00 WIB. Waktu pendaftaran sendiri tutup pada pukul 15.00. Ternyata pengunjung membludak dan menyebabkan Wisata Istana baru selesai pukul 17.00. Pada hari Minggu, antrean pengunjung panjang sekali. Pengunjung yang datang sebelum jam 3 sore terpaksa tak masuk masuk. Bahkan masih banyak yang datang sesudah jam 3. "Mereka disarankan untuk datang lagi minggu depan. Walau pendaftaran tutup jam 3, tur jam 5 baru selesai, untuk diproses, dipandu hingga selesai. Karena itu kami minta maaf sekali untuk masyarakat yang datang setelah penutupan pendaftaran jam 3. Bagaimanapun pemandu juga manusia, yang waktunya sudah kami perhitungkan kemampuannya dari jam 9.00 – 15.00,” Andi menuturkan.
”Ke depan kami, tim pelaksana, terus mengkaji, baik dari Rumah Tangga Kepresidenan, Sekretaris Kabinet, maupun Sekretaris Militer, untuk mengefisienkan proses, pelayanan yang lebih baik. Tujuannya betul-betul masyarakat bisa berkunjung ke Istana dan mendapat manfaat dari pembelajaran terhadap sejarah bangsanya. Kalau aparat sudah siap, akan ditambah satu hari kerja. Target kita adalah 5 hari dalam sepekan. Pada hari kerja, Presiden ada di sini, berkantor di sini. Kita harus melihat dan menyesuaikan bila kita lakukan pada hari kerja,” jelas Andi. (nnf)



