Berita Utama
Rabu, 28 Mei 2008, 11:40:08 WIB
Peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia
Negara Maju Kalau Rakyat Sehat
Presiden SBY menerima buku "Indonesian Caring Physicians" dari Ketua Umum IDI Fachmi Idris, pada peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia, di Istana Negara, Rabu (28/5) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Ketua Umum IDI, Fachmi Idris, menjelaskan acara ini diadakan untuk merevitalisasi Trias Peran Dokter Indonesia. "Kami memanfaatkan momentum tersebut sebagai upaya merevitalisasi peran dokter Indonesia agar kembali berperan. Tidak hanya sebagai agent of treatment, namun juga sebagai agent of social change dan agent of development. Karena pada hakikatnya, ketiga peran atau Trias Peran tersebut merupakan warisan luhur para dokter pendahulu di era Budi Utomo yang telah menempatkan peran strategis dokter Indonesia dalam konteks kebangsaan," jelas Fachmi Idris dalam laporannya.
Selain itu, IDI juga ennyelenggarakan berbagai kegiatan semenjak Juni 2007. Diantaranya, penerbitan film dokumenter dan pencanangan Gerakan Dokter Untuk Bangsa, Kawan IDI, Dokter Kecil Award, Mobile Clinic IDI untuk kaum papa, Expo atas 100 Tahun Achievement Dunia Kedokteran Indonesia serta penerbitan buku Indonesian Caring Physicians. "Semua rangkaian kegiatan di atas terbingkai dalam kerangka pikir Gerakan Dokter Untuk Bangsa, yaitu gerakan yang menghimpun dan mengerahkan segenap potensi dokter dan potensi masyarakat untuk menyehatkan bangsa," Fahmi menjelaskan.
Aktivitas Hari Bakti Dokter Indonesia ini baru pertama kal diladakan. Tujuannya mengimbau dokter-dokter, pada hari tersebut membebaskan atau mengumpulkan jasa konsultasi mediknya untuk disumbangkan kepada masyarakat yang tidak mampu. "Aktivitas ini dilatarbelakangi oleh situasi aktual masyarakat saat ini yang membutuhkan solidaritas, empati dan rasa kesetiakawanan dari setiap elemen bangsa," Fahmi menuturkan.
Sementara itu, Presiden SBY mengingatkan sekali lagi mengenai semboyan Hari Kesehatan Nasional tahun 2007 yang berbunyi "Rakyat Sehat, Negara Kuat". SBY mengatakan bahwa semboyan tersebut tetap relevan untuk dijadikan semangat. "Karena tidak mungkin kita menjadi negara yang maju dan sejahtera kalau rakyatnya tidak sehat. Tidak mungkin berdaya saing apabila rakyat tidak sehat dan negara tidak kuat," tegas SBY.
Untuk mencapai hal tersebut, Presiden SBY menjelaskan bahwa negara harus memiliki tiga syarat fundamental. Yaitu kemandirian, daya saing yang tinggi serta semangat untuk terus membangun dan memiliki peradaban terhormat.
Usai memberikan sambutan, Presiden SBY, didampingi Ibu Negara dan Menteri Kabinet Indonesia bersatu, bersalaman dengan para anggota IDI yang hadir. Turut mendampingi Presiden pada acara ini, antara lain, Menkes Siti Fadillah Soepari, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi SIlalahi serta Jubir Presiden Dino Patti Djalal. (mit)



