Berita Utama

Andi Mallarangeng: Yang Penting Jangan Terjebak Black Campaign

Jakarta: Pemilihan Presiden masih setahun lebih, tapi suasana kampanye sudah gegap gempita. Beberapa calon presiden mulai mengampanyekan dirinya, baik lewat media cetak maupun media elektronik. "Namun yang terpenting adalah bagaimana kita tak terjebak dalam kampanye negatif yang dengan sengaja menyerang pihak lain, atau lebih dikenal dengan black campaign,” kata Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng saat tampil sebagai panelis pada diskusi tentang Efektifitas Iklan Politik, di Press Room DPR-RI, Jakarta, Jumat (30/5) siang. Dalam diskusi tersebut, tampil pula Ketua Partai Hanura Wiranto, Pengamat Komunikasi Effendy Gazhali, Ketua Pansus RUU Pilpres Ferry Mursyidan Baldan, dan Ketua Fraksi PKS dari Komisi II DPR RI, Mahfudz Siddiq.

Menurut Andi Mallarangeng, black campaign ini menggunakan data-data yang tidak benar, tidak punya dasar kepada lawan-lawan politiknya. "Karena itu membuat masyarakat muak terhadap elit-elit yang melakukan black campaign ini, karena mencederai demokrasi yang sudah terbangun dengan baik. Rakyat juga sudah bisa menilai mana iklan yang betul, dan mana yang tidak, dalam istilah bahasa Jawa becik ketitik, ala ketara," katanya.


Ditambahkan, bagi incumbent yaitu Presiden SBY, beriklan saat ini belum waktunya, apalagi berkampanye. ”Beriklan nomor dualah. Bagi Presiden, bagaimana menjalankan tugasnya dengan baik sampai 2009, bekerja untuk kesejahteraan rakyat, paling utama saat ini. Mungkin nanti kalau waktunya sudah dekat. Bagi kita, pernyataan-pernyataan yang ditujukan ke istana, kita tidak pernah menanggapi secara berlebihan. Biasa saja. Tapi masalahnya, kalau kita tidak klarifikasi seolah-olah dianggap betul-betul terjadi. Seperti saat ini, saya diundang ke sini untuk dialog, saya datang untuk klarifikasi, dan kita jawab secara proporsional. “ kata Andi Mallarangeng. Dialog atau diskusi yang diadakan wartawan DPR ini berjalan dengan seru dan segar, dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00 WIB. (win)