Berita Utama
Senin, 2 Juni 2008, 12:50:52 WIB
Presiden Kecam Tindak Kekerasan Hari Minggu di Monas
Presiden SBY hari Senin (2/6) siang di Kantor Presiden memberi keterangan yang mengecam tindak kekerasan yang terjadi di Lapangan Monas, Hari Minggu (1/6). (foto: a. tohir/presidensby.info)
“Ini menunjukkan bahwa negara tidak boleh kalah dengan perilaku-perilaku kekerasan. Negara harus menegakkan tatanan yang berlaku untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” ujar SBY. ”Tindakan kekerasan kemarin yang dilakukan oleh organisasi tertentu, orang-orang tertentu, mencoreng nama baik negara kita di negeri sendiri maupun di dunia. Jangan mencederai seluruh rakyat Indonesia dengan gerakan-gerakan, tindakan-tindakan seperti itu,” tegas SBY.
Kepada pihak kepolisian Presiden SBY meminta agar meningkatkan kinerjanya. ”Tantangannya tidak ringan, permasalahan kompleks. Oleh karena itu kepolisian di seluruh tanah air, utamanya di Jakarta dan kota-kota besar harus lebih siap, lebih cepat, lebih profesional, dengan demikian semua bisa ditangani dengan baik. Memang kadang-kadang ada dinamika, ada kegiatan yang tiba-tiba datang seperti tindakan kekerasan kemarin. Tapi kepolisian tetap melakukan pencegahan, tegas jangan berikan ruang untuk keluar dari apa yang kita kehendaki,” lanjutnya.
”Saya meminta kepada masyarakat luas, mengingat akhir-akhir ini banyak kegiatan fisik di lapangan, sebagian merupakan kegiatan unjuk rasa, sebagian lain bukan kegiatan unjuk rasa, tetapi di satu kota pada waktu yang bersamaan sering terjadi berbagai kegiatan fisik dengan tujuan, dengan motif, dan tema yang berbeda-beda. Oleh karena itu saya berharap semua pihak yang melakukan kegiatan di lapangan seperti itu tetap tertib, mengendalikan diri, dan apa yang disampaikan kepada pihak kepolisian itu bisa dijalankan karena itu janjinya, pemberitahuannya kepada pihak kepolisian. Dengan demikian pengamanan jajaran kepolisian bisa dilaksanakan dengan cara yang lebih efektif,” kata Presiden SBY kepada wartawan.
Presiden SBY juga mengingatkan jika ada masalah diantara komponen masyarakat, solusinya adalah bukan dengan kekerasan. Solusinya adalah solusinya damai, sesuai dengan semangat Indonesia, sesuai dengan Undang-undang dasar, undang-undang hukum, dan peraturan yang berlaku. Kepada seluruh rakyat Indonesia Presiden SBY mengajak untuk memelihara baik-baik Indonesia. ”Kita jaga kehormatan bangsa ini di negeri sendiri dan di dunia internasional,” seru SBY.
Saat menyampaikan keterangan persnya, Presiden SBY didampingi Menko Polhukkan Widodo A.S., Mensesneg Hatta Rajasa, dan Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng. (osa)



