Berita Utama

Muhammadiyah Undang Presiden Buka Forum Perdamaian Dunia

Presiden SBY menerima Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, di Kantor Presiden, hari Senin (2/6) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menerima Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, di Kantor Presiden, hari Senin (2/6) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membukan konferensi internasional tentang perdamaian yang diselenggarakan Muhammadiyah pada tanggal 24-26 Juni mendatang. ”Saya bertemu dengan Presiden SBY, pertama untuk bersilaturahim. Kedua untuk menyampaikan permohonan dari Muhammadiyah kepada beliau untuk membuka sebuah event internasional yaitu The 2nd World Peace Forum," kata Din.

"Forum perdamaian dunia yang kedua yang akan diselenggarakan oleh Muhammadiyah pada tanggal 24-26 Juni 2008 di Jakarta. Tema yang diangkat adalah Addressing faces of violence, what should be done, menegaskan tentang sikap kita tentang kekerasan dan apa yang harus kita lakukan, dan ini tentu tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab tokoh-tokoh agama, tapi juga tokoh politik, ekonomi, bisnis, akademisi dan media,” kata Din kepada wartawan, usai bertemu dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Senin (2/6) sore.

”Permohonan kami kepada presiden SBY kiranya dapat menyampaikan pidato pembukaan dan membuka konferensi internasional ini. Dan alhamdulillah beliau menyanggupi untuk hadir. Kebetulan tema dari event ini adalah tentang kekerasan, dan apa yang harus kita lakukan sebagai masyarakat internasional , sebagai bagian dari masyarakat dunia ini kami angkat karena kita semua prihatin. Terakhir, ini baik pada skala global dan skala nasional di banyak negara, fenomena kekerasan itu masih terjadi. Kekerasan dalam berbagai bentuknya dan di dalam berbagai wajahnya. Dan bahkan tidak sedikit tindak-tindak kekerasan itu yang dilakukan atas nama agama. Kami ingin mengajak semua pihak untuk mebicarakan langkah-langkah bagaimana menghadapinya. Kami secara singkat tadi mendiskusikan kepada Presiden, dan termasuk kejadian terakhir di Monas kemarin. Tindak kekerasan itu sungguh-sungguh sangat memprihatinkan dan sungguh-sungguh patut dikecam,” lanjut Din.

Presiden SBY, kata Din, mengatakan bahwa pemerintah akan tegas. ”Dan oleh karena itu kami memberikan dukungan kepada langkah-langkah pemerintah. Ini tidak terkait dengan kelompok tertentu, tapi kelompok manapun yang melakukan tindak kekerasan, sungguh berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah air kita,” pungkas Din. (nnf)