Berita Utama

Presiden: Indonesia Kena Getahnya

Presiden SBY memberi sambutan pada pembukaan  Pekan Produksi Budaya Indonesia di Jakarta Convention Center, hari Rabu (4/6) pagi. (foto: a. tohir/presidensby.info)
Presiden SBY memberi sambutan pada pembukaan Pekan Produksi Budaya Indonesia di Jakarta Convention Center, hari Rabu (4/6) pagi. (foto: a. tohir/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kembali bahwa saat ini kondisi dunia sedang tidak bersahabat. "Harga minyak meroket, harga pangan melonjak tajam dan melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia dapat getahnya. Meskipun pemerintah sudah berusaha, tapi dengan jujur harus diakui, bahwa kesulitan ekonomi dan kesulitan ekonomi saudara-saudara kita masih dapat dirasakan. Oleh karena itu, pemerintah memberikan bantuan kepada saudara-saudara yang tidak mampu," jelas Presiden SBY dalam sambutannya pada peresmian pembukaan pameran "Pekan Produk Budaya 2008" yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada hari Rabu (4/6) pagi.

"Apakah dalam menghadapi situasi ini kita menyalahkan pihak-pihak lain di dunia? Apakah kita mencari siapa yang disalahkan dan dijadikan kambing hitam? Apakah kita marah dan terus melakukan protes-protes di negeri sendiri dan kemudian tidak berbuat apa-apa yang nyata untuk mengatasi masalah ini? Atau sebaliknya, mengatasi masalah ini dan berbuat serta menyadari bahwa dunia berubah? Justru kita harus bersatu, bekerja keras untuk tingkatkan ekonomi, sektor pangan, energi, produksi untuk menyumbangkan kepada negara dalam mengatasi masalah global dengan cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kita harus bangkit, bersatu, mengatasi masalah," tegas SBY.

Presiden SBY memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap para pelajar Indonesia yang ikut terlibat dalam menyumbangkan kreatifitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif. Sekolah dan perguruan tinggi yang turut berpartisipas dalam pameran tersebut antara lain SMKN 4 Jakarta, SMKN 58 Jakarta, SMK 58 Jakarta, Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, Politeknik Manufaktur Bandung, serta Universitas Gajah Mada. Mereka memamerkan produk-produk kriya kayu, kriya tekstil, kriya logam, berbagai macam desain komunikasi visual, berbagai macam mesin dan lain sebagainya. Sementara produk karya mahasiswa Institut Pertanian Bogor dengan produk bio energinya berupa bio diesel dan bio etanol.

"Kami juga memiliki pusat kajian buah tropika yang mengembangkan benih serta cara penanaman untuk diversifikasi pangan. Produknya adalah jagung dan ubi jalar," jelas Wiwit kepada SBY. Wiwit adalah salah satu mahasiswi IPB yang saat ini bekerja sebagai peneliti di Surfactant and Bioenergy Research Center IPB.

Presiden SBY memperhatikan mesin grafir karya siswa SMKN 4 Jakarta. "Mesin ini digunakan untuk membuat grafir Pak. Tidak lama untuk membuat mesin ini, karena kami mengerjakannya beramai-ramai," jelas salah seorang siswa SMKN 4. Presiden berharap agar mereka terus mengembangkan kreatifitasnya dan tekun dalam berusaha. (mit)