Berita Utama
Kamis, 5 Juni 2008, 12:55:14 WIB
Presiden Serahkan Kalpataru dan Adipura
Presiden SBY hari Kamis (5/6) pagi di Istana Negara menyerahkan penghargaan Kalpataru, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup. (foto: haryanto/presidensby.info)
Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dalam laporannya menjelaskan bahwa tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2008 ditetapkan Badan Lingkungan Hidup Sedunia atau United Nations Environmental programme (UNEP). “Tema yang diambil adalah CO2 Kick The Habit, Toward a Low Carbon Economy, yang kemudian temanya disesuaikan dengan kondisi lingkungan di Indonesia menjadi Ubah Perilaku dan Cegah Pencemaran Lingkungan,” kata Rachmat.
Dalam upaya mengubah perilaku ramah lingkungan, menurut Rachmat, diperlukan dukungan dan keterlibatan semua pihak, baik itu masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dalam menjalankan pola perilaku dan konsumsi yang berkelanjutan. “Terkait dengan upaya penyelamatan lingkungan, sesuai dengan amanat pasal 10 Undang-undang No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban memberikan penghargaan kepada orang atau lembaga yang berjasa di bidang lingkungan hidup,” ujar Rachmat.
Penghargaan Kalpataru terdiri dari empat kategori, yaitu kategori Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, dan Pembina Lingkungan. Para penerima penghargaan Kalpataru antara lain, Cukup Rudiyanto (dari Indramayu), Sriyantu (Surabaya), Lalu Selamat (Kabupaten Dompu – NTB), dan Masyarakat Desa Pekraman Buahan dari Kabupaten Bangli – Bali.
Sementara itu penghargaan Adipura diberikan untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mewujudkan kota bersig dan teduh dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Governance. Anugerah Adipura dibagi menjadi empat kategori, yaitu kategori Kota Metropolitan, kategori Kota Besar, kategori Kota Sedang, dan kategori Kota Kecil. Para penerima anugerah Adipura antara lain, Kota Palembang – Sumatera Selatan; Kota Pekanbaru – Riau; Kota Lumajang, Kabupaten Lumajang – Jawa Timur; dan Kota Amlapura, Kabupaten Karangasem – Bali.
Pada kesempatan itu Presiden SBY menerima buku Status Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2007 dari Menteri Lingkungan Hidup. Buku ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pengambil keputusan untuk memperhatikan aspek lingkungan hidup. Presiden SBY juga menandatangani perangko sampul hari pertama seri Lingkungan Hidup tahun 2008 yang bergambar Presiden SBY dan Ibu Ani bersepeda. Gambar ini mencerminkan salah satu upaya nyata mengurangi gas rumah kaca di bidang konservasi.
”Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penerima penghargaan,” kata Presiden SBY. ”Tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2008 ini adalah Ubah Perilaku dan Cegah Pencemaran Lingkungan. Bila saya simpulkan dalam satu kalimat yang pendek, makna dari tema tersebut adalah saatnya kita bertindak sekarang, jangan menunggu karena kita perlu menyelamatkan bumi kita bersama-sama,” ujar SBY.
Hadir dalam acara tersebut antara lain, Menteri Kehutanan M.S. Kaban, Seskab Sudi Silalahi, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal, Menkominfo M. Nuh, dan mantan menteri lingkungan hidup Emil Salim. (osa)



