Berita Utama

Pencanangan Sosialisasi Pemilu 2009

Suksesnya Pemilu Jadi Tolok Ukur Kehidupan Demokrasi

Presiden SBY bersama Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary usai pencanangan  Gerakan Nasional Sosialisasi Pemilu 2009 di Istana Negara, Jumat (6/6) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary usai pencanangan Gerakan Nasional Sosialisasi Pemilu 2009 di Istana Negara, Jumat (6/6) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (6/6) pagi, di Istana Negara, mencanangkan Gerakan Nasional Sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2009. Presiden mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sosialisasi pemilu ini untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang tata cara pemilu tahun 2009, dan mengingatkan pentingnya penggunaan hak pilih untuk menentukan masa depan bangsa.

Dalam sambutannya Presiden SBY menyambut baik tema sosialisasi Pemilu yang berbunyi Pastikan Anda Terdaftar Sebagai Pemilih, suara Anda Menentukan Nasib Bangsa, Gunakan Hak Pilih Anda dengan Bijak. ”Gaungkan terus tema tersebut ke seluruh pelosok tanah air kita, agar segenap komponen bangsa dapat berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemilu mendatang,” ujar Presiden. "Kita perlu terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif pada pemilu 2009, sebagai perwujudan dari tatanan kehidupan politik yang demokratis,” ujar Presiden SBY

Menurut Presiden, kesuksesan penyelenggaraan pemilu merupakan salah satu tolok ukur dari kinerja penyelenggaraan kehidupan demokrasi di tanah air. ”Keberhasilan penyelenggaraan pemilu adalah juga kesuksesan bagi seluruh bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan berdemokrasi. Kita harus kawal demokrasi yang sedang tumbuh mekar ini, agar terwujud demokrasi seiring dengan kepatuhan terhadap pranata hukum, dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah kita miliki sejak lama,” ujar Presiden.

Sebelumnya Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Prof. Abdul Hafiz Anshary AZ, MA pada sambutannya mengharapkan dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, agar sosialisasi Pemilu 2009 dapat berjalan sesuai yang diharapkan. ”Kesuksesan pemilu bukan hanya menjadi kepentingan KPU tetapi kepentingan seluruh bangsa Indonesia, dukungan itu maka pemilu sebagai refleksi demokrasi Indonesia dapat diselenggarakan secara berkualitas dan dipercaya oleh masyarakat nasional maupun internasional," katanya.

Abdul Hafis juga menyampaikan ketentuan baru pemilu, antara lain perubahan dalam memberikan suara pada 2009 yang semula mencoblos menjadi memberikan tanda satu kali, lalu masa kampanye cukup panjang mulai tanggal 8 Juli 2008 hingga 2 April sebagai masa kampanye dan verifikasi parpol yang dijadwalkan pada awal tahapan berbarengan dengan tahap pendataan pemilih. Usai memberikan sambutan Abdul Hafis menyerahkan paket materi sosialisasi Pemilu 2009 kepada presiden.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Menkum HAM Andi Mattalatta, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Menlu Hassan Wirajuda, Menkominfo M.Nuh, Mendag Mari E Pangestu, Seskab Sudi Silalahi, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashidiqie, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Sutanto, para gubernur se Indonesia serta ketua dan anggota KPU Provinsi seluruh tanah air. (win)