Berita Utama

Komitmen Pelaku Industri Minyak dan Gas Nasional

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dengan para pelaku Industri Minyak dan Gas Nasional di Gedung Utama Sekretariat Negara, Rabu (11/6) siang. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, hadir 50 pimpinan perusaahn Kontrak Kerja Sama (KKKS) bidang hulu migas.

Di awal pertemuan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro melaporkan perkembangan di sektor hulu migas. ”Kami sampaikan bahwa kegiatan hulu migas kita sudah 100 tahun, tapi masih memberikan sumbangan yang cukup signifikan kepada APBN. Mengingat minyak bumi adalah energi yang tidak terbarukan dan mulai mengalami penurunan pada tahun 1995, jadi ada penurunan alamiah memang sejak tahun 1995. Upaya yang telah dilakukan oleh KKKS yaitu menahan laju penurunan produksi dari 15 persen pertahun menjadi 7 persen, antara lain dengan melakukan optimasi produksi, teknologi sekunder, tersier, rehabilitasi sumur-sumur tua. Sebanyak 37 KKKS yang memproduksi sekarang hadir semua,” tambahnya.

“Kami juga melaporkan bahwa pada saat ini ada 99 badan usaha yang melakukan kegiatan eksplorasi di Indonesia. Dari 99 badan usaha tersebut, ditambah lagi dengan lima kontrak perusahaan yang ditandatangani pada kegiatan Indonesian Petroleum Assosiation Conference and Exebition telah melakukan kegiatan eksplorasi,” kata Purnomo. “Jadi sebetulnya kegiatan eksplorasi di Indonesia itu dalam tiga atau empat tahun terakhir ini meningkat pesat, dan tentu kita harapkan dari 99 badan usaha tersebut itu bisa menyumbangkan kepada peningkatan produksi nasional kita,” terangnya. Dari 99 KKKS itu, menurut Purnomo, 12 perusahaan sudah melaporkan adanya indikasi hidrokarbon. Disamping itu pada tahun ini dan tahun depan ada sekitar 16 perusahaan yang akan meningkatkan produksinya karena penemuan baru, tambahnya.

”Untuk menambah produksi minyak itu tidak dari minyak buminya sendiri, karena sekarang ini di Palimanan dan Kalimantan Selatan juga dikembangkan minyak bumi sintetis dari batubara. Ada empat lokasi yang kita siapkan untuk membuat minyak bumi sintetis. Ini semua proses yang sedang kita lakukan karena kita sekarang berada dalam masa transisi, tapi dengan adanya harga minyak yang tinggi ini kita akan mendorong untuk diadakannya hal tersebut,” ujar Purnomo kepada wartawan.

Dalam pertemuan tersebut Presiden SBY memberikan tiga pengarahan. ”Pertama, agar komitmen untuk memenuhi APBN itu dapat dipenuhi oleh 37 perusahaan minyak tersebut. Jadi di APBN, kita sudah punya catatan di tiap-tiap perusahaan itu kontribusinya berapa dan itu kita catat tiap bulan. Alhamdulillah sampai saat ini total itu bisa memenuhi target dan kedepan kita harapkan terus meningkat,” tegas Purnomo.

”Kedua, agar perusahaan minyak tersebut dapat berbagi rasa. Perusahaan minyak diminta untuk memikirkan dan mendukung bagaimana dapat berbagi rasa dengan pemerintah untuk bisa mendukung perekonomian nasional di tengah harga minyak dunia yang tinggi. Ketiga, peningkatan produksi,” Purnomo menjelaskan.

Mendampingi Presiden SBY antara lain, Menko Polhukkam Widodo A.S., Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mendagri Mardiyanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Sementara itu para pelaku industri minyak dan gas yang hadir antara lain, Kepala BP Migas, Ditur PT. Pertamina, GM Chevron Pacific Indonesia, GM Total E&P, dan GM Conocophilips Indonesia. (osa)