Berita Utama

Peluncuran Buku Tackling Corruption, Transforming Lives

Presiden SBY menerima buku `Tackling Corruption,Transforming Lives` dari Asisten Sekjen PBB, Olav Kjorven, di Istana Negara, Kamis (12/6) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menerima buku `Tackling Corruption,Transforming Lives` dari Asisten Sekjen PBB, Olav Kjorven, di Istana Negara, Kamis (12/6) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan laporan United Nations Development Programme (UNDP), Asia Pacific Human Development Report 2008 bertajuk Tackling Corruption,Transforming Lives atau Laporan Pengembangan Manusia Kawasan Asia Pasifik: "Memberantas Korupsi, Mengubah Kehidupan". Peluncuran dilakukan Presiden bersama Asisten Sekjen PBB dan Direktur Biro Pengembangan Kebijakan UNDP, Olav Kjorven, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, di Istana Negara, Kamis (12/6) pagi.

Laporan ini memuat kontribusi khusus dari tokoh-tokoh di Indonesia yang berhubungan dengan isu pemberantasan korupsi. Mereka, antara lain, Teten Masduki (Ketua Indonesian Corruption Watch), dan Kuntoro Mangkusubroto (Kepala BRR Aceh).

Dalam laporan ini juga digambarkan secara nyata bagaimana korupsi-korupsi kecil yang terjadi di wilayah Asia-Pasifik secara perlahan merampas kesempatan masyarakat lemah, membatasi akses mereka terhadap pendidikan dan berisiko mengurangi pelayanan dasar kesehatan. Laporan tersebut juga memberikan gambaran sekilas tentang cara-cara inovatif yang secara susah payah dilakukan masyarakat dan pemerintah dalam memerangi korupsi, di negara-negara Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.

Tackling Corruption, Transforming Lives adalah laporan yang berupa buku. Peluncurannya ditandai dengan pemberian buku ini kepada Presiden SBY oleh Asisten Sekjen PBB dan Direktur Biro Pengembangan Kebijakan UNDP, Olav Kjorven.

Hadir mendampingi Presiden, antara lain, Menko Polhukam Widodo AS, Menpan Taufik Effendi, Mensesneg Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda, dan Seskab Sudi Silalahi. Hadir juga para perwakilan negara donor serta pejabat UNDP. (nnf)