Berita Utama
Kamis, 12 Juni 2008, 21:43:50 WIB
Pemerintah Terus Mencari Solusi Bagi UMKM
Jakarta: Pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah agar kendala yang dihadapi pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pelaku ekonomi kreatif dapat teratasi. Hal ini dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Raya Jakarta 2008, di Arena PRJ Kemayoran Jakarta , Kamis (12/6) malam.“Kita sering mendengar ada sejumlah para pelaku ekonomi kreatif, utamanya UMKM, mempunyai masalah antara lain soal modal usaha, Ddesain dan mutu produk. Lalu, masalah promosi dan pemasaran,” ujar Presiden SBY.
Untuk permodalan, jelas Presiden SBY, pemerintah telah menetapkan Kredit Untuk Rakyat (KUR), dengan pola penjaminan pemerintah, sebesar Rp14 triliun. ”Sejak diluncurkan bulan November tahun lalu hingga hari ini telah mencapai Rp 7 triliun dengan 700 ribu nasabah. Kita ingin terus dikembangkan mencapai Rp 15 triliun sehingga lebih banyak lagi pelaku UMKM yang kita berikan pinjaman modal,” Presiden SBY menandaskan.
Menyangkut desain dan mutu, pemerintah terus mengaplikasikan teknologi inovasi dengan demikian produk yang dihasilkan makin berkualitas. ”Saya, allhamdulillah, hampir selalu hadir dalam berbagai pameran produk budaya, pameran ekonomi kreatif, baik di Jakarta maupun di daerah daerah. Saya berkunjung dan langsung melihat sendiri produk ekonomi kreatif kita makin berkualitas , makin indah, sehingga memiliki daya saing dan keunggulan yang makin tinngi. Tidak kalah dengan produk negara-negara lain,” kata SBY.
Soal promosi dan pemasaran, Pekan Raya Jakarta dan pameran yang lain merupakan wujud agar pemerintah bisa membantu pelaku ekonomi kreatif. ”Kita akan galakkan pameran seperti ini bukan hanya di Jakarta, tapi juga diseluruh tanah air,” Presiden menambahkan.
Selain itu, Presiden SBY mengajak seluruh rakyat Indonesia, terutama pelaku dunia usaha, untuk terus mendorong pengembangan ekspor nonmigas yang diformulasikan dalam 10+ 10+ 3. Yang dimaksud adalah10 pertama kita terus mendorong bangkit dan tumbuhnya 10 produk utama, yaitu udang, kopi, minyak kelapa sawit, kakao, karet, tekstil dan pakaian jadi, alas kaki, elektronika, komponen kendaraan bermotor, dan furnitur. Lalu 10 yang kedua adalah 10 produk potensial, yakn handycraft, ikan, jamu, obat tradisional, kulit, makanan olahan, perhiasan, minyak esensial, rempah-rempah, dan alat kesehatan. Kemudian 3 adalah produk jasa, yakni informasi teknologi, desain, dan tenaga kerja. (win)



