Berita Utama
Jumat, 13 Juni 2008, 12:16:02 WIB
Kerjasama Indonesia-Australia Akan Terus Ditingkatkan
Presiden SBY dan PM Australia Kevin Rudd usai menandatangani dokumen kerjasama kedua negara di Istana Merdeka, Jumat (13/6) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Tampak hadir mendampingi Presiden SBY dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menakertrans Erman Soeparno, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menkeu Sri Mulyani, Mendag Mari Elka Pangestu, Menkominfo M. Nuh, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menneg LH Rachmat Witoelar, Seskab Sudi Silalahi serta Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng.
Usai melakukan penandatanganan dokumen kerja sama antara Indonesia dan Australia mengenai Forest Carbon Partnership dalam bentuk Joint Announcement, Presiden SBY mengatakan bahwa pertemuan bilateral dengan pihak Australia berjalan dengan lancar. "Kami laksanakan pertemuan bilateral dalam suasana baik dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan untuk melanjutkan kerjasama kedua negara agar semakin berjalan baik, semakin kuat dan terus berkembang," kata Presiden SBY didampingi PM Rudd, dalam konferensi pers bersama. Penandatanganan Joint Announcement antara pihak Indonesia dan Australia ini, menurut SBY, merupakan bukti konkret kerjasama kedua negara sahabat dalam mengatasi climate change.
Menurut SBY, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia semakin kuat. "Hubungan perdagangan dan investasi dari tahun ke tahun berkembang dengan pertumbuhan rata-rata 14 persen/tahunnya. Dan kami berharap bahwa baik trade maupun investment ini dapat ditingkatkan dalam waktu mendatang," jelas SBY. SBY juga menambahkan bahwa Foreign Direct Investment dari Australia di Indonesia, meningkat sebesar 73 persen jika dibandingkan dengan tahun 2007.
"Di dalam bidang pendidikan, kami memberikan kesempatan kepada pelajar dan mahasiswa dari kedua negara untuk saling belajar mengenai negara lain dan memperkuat people to people contact untuk memperkuat kerja sama kedua negara. Tahun ini Indonesia akan mengirim 320 mahasiswa untuk mengikuti program masters dan doctorare di Australia," jelas Presiden SBY.
Indonesia dan Australia juga akan terus meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata. "Kami juga membahas kerja sama di bidang pariwisata dengan pihak Australia. Wisatawan Australia yang datang ke Indonesia tetap banyak jumlahnya, meningkat 35 prsen. Indonesia mengerti mengapa ada travel warning dari Australia untuk ke Indonesia. Kita mengerti ada kejadian di Bali pada tahun 2002 dan 2005 yang mengakibatkan korban jiwa saudara-saudara dari Australia. Sejak itu, Indonesia dan Australia sepakat tidak boleh kalah dengan terorisme. Kita kerja sama untuk membawa yang salah ke pengadilan dan kerja sama untuk mencegah terjadinya terorisme lagi. Kerja sama Indonesia dan Australia merupakan kerja sama yang berhasil untuk membawa pelaku-pelaku kejahatan terorisme ke tingkat pengadilan. Sesuai dengan kewajiban kami, kami akan terus memperbaiki dan menormalkan situasi di Bali dan di tempat-tempat lainnya agar semua kegiatan ekonomi, sosial, politik dan wisata berjalan seperti biasanya. Alhamdulillah situasi di Bali dan di tempat-tempat lain jauh lebih baik dan kembali normal," kata Presiden SBY.
"Kami juga membahas kerja sama di bidang pertahanan keamananan. Menyangkut kerja sama kepolisian kedua negara, kerja sama melawan terorisme maupun kerja sama di bidang militer seperti pendidikan, latihan, saling kunjung mengunjungi antar perwira kedua negara dan lain sebagainya," lanjut SBY. "Sebagai sesama negara demokrasi, kita mengajak pihak Australia untuk membahas lebih lanjut mengenai bagaimana demokrasi dapat berkembang sehat. Saya mengajak Perdana Menteri Australia untuk menjadi Co Chairman Bali Democration Forum yang akan dilaksanakan pada tahun 2008 ini," jelasnya.
Kepada pihak Australia, Presiden SBY berterima kasih atas segala bantuannya kepada Indonesia. "Baik dalam bentuk Official Development Aid dan bantuan-nantuan ketika Indonesia mengalami musibah Tsunami dan gempa bumi. Dan besok PM Australia akan ke Aceh, saya berharap Rudd dapat melihat sendiri rekonstruksi Aceh pasca Tsunami," kata SBY.
Sementara menurut Rudd, penandatanganan Joint Announcement ini akan membuahkan program yang dapat membuat masa depan menjadi lebih baik. "Peraturannya akan dibuat di Jakarta, manajemen dan hal-hal yang lebih teknis akan dibahas di Australia dan proyeknya akan diimplementasikan di Indonesia, kata PM Rudd. (mit)



