Berita Utama
Sabtu, 14 Juni 2008, 12:38:47 WIB
Presiden di Bali:
Pemerintah Tak Hanya Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Tapi Juga Pemerataan
Presiden SBY dan Ibu Negara meninjau pantai, usai meresmikan tujuh proyek Infrastruktur PU Provinsi Bali, di Denpasar Sewerage Development Project (DSDP), Sabtu (14/6) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
"Sebagai wujud dari program peningkatan kesejahteraan rakyat pemerintah telah merumuskan dalam tiga paket bantuan. Pertama adalah paket bantuan dan perlindungan sosial seperti kesehatan dan pendidikan untuk rakyat miskin. Kedua, kita berdayakan kecamatan desa dan komunitas lokal dengan PNPM Mandiri, dan yang ketiga dengan Kredit Usaha Rakyat," SBY menjelaskan. Presiden SBY berharap, pemerintahan manapun yang memimpin negeri agar melanjutkan program-program pro rakyat. "Mari kita sukseskan bersama-sama program pro rakyat," seru SBY.
Untuk Provinsi Bali, Presiden SBY yakin bila infrastruktur terus dibangun maka daya saing dan daya tarik Bali sebagai pusat wisata dunia akan semakin tinggi. "Oleh karena itulah kita akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur di seluruh tanah air, sesuai dengan kemampuan negara dan kebutuhan ekonomi nasional," ujar SBY.
Presiden SBY menggarisbawahi mengapa infrastruktur penting untuk Bali. "Pertama adalah infrastruktur pengamanan pantai. Ini tentu untuk memberikan keselamatan. Memang gelombang tsunami berskala besar tidak bisa ditahan oleh pengaman pantai yang biasa, tetapi gelombang yang tinggi bisa kita tahan, dan tentu abrasi juga bisa dicegah. Dengan pengamanan pantai yang baik, kegiatan masyarakat di sekitar pantai juga dapat diselamatkan," kata SBY. "Dengan pengamanan pantai yang rapi akan menambah keindahan pantai Bali. Kita semua mengetahui bahwa Bali dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia karena memiliki berbagai kelebihan yang sering disebut sebagai 5S yaitu see, sand, surfing, sun, and smile," tambahnya.
"Kita membangun jaring irigasi untuk membantu penyediaan air minum juga untuk mengairi pertanian kita. Kita semua tau bahwa dunia sedang mengalami masalah pangan. Kita bersyukur bahwa produksi beras di negeri ini tahun-tahun terakhir telah mencapai swasembada. Kita ingin mempertahankan kondisi ini di seluruh Indonesia," tegas SBY.
"Pengolahan air limbah dibangun untuk kesehatan masyarakat. Menteri PU tadi mengingatkan bahwa tahun 2008 ini adalah tahun sanitasi internasional. Mari kita bikin lingkungan kita indah, bersih, dan rapi. Para wisatawan ingin datang ke tempat-tempat yang masih alami dengan catatan alami tetapi bersih dan sehat. Di Bali banyak tempat yang alami dan menjadi daya tarik. Mari kita pastikan itu sehat dan bersih," terang SBY.
"Sedangkan prasarana olahraga kita bangun karena kita ingin meningkatkan prestasi olahraga di seluruh Indonesia. Malu kalau olahraga kita kalah dengan negara-negara tetangga padahal penduduk kita lebih besar. Saya yakin kalau kita bangun bersama-sama termasuk fasilitasnya, pelatihannya, pengkaderannya, termasuk dukungan masyarakat maka keolahragaan kita dapat terus kita tingkatkan. Kita harus betul-betul mejadi juara ASEAN nantinya," tambahnya.
Presiden SBY juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Jepang karena telah membantu rakyat Indonesia untuk membangun infrastruktur. Turut mendampingi SBY antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensos Bachtiar Cyamshah, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. (osa)



