Berita Utama
Senin, 16 Juni 2008, 12:19:08 WIB
Presiden:
Latihan Gabungan adalah Pertanggungjawaban TNI Kepada Rakyat
Bontang: Latihan Gabungan TNI Tahun 2008 merupakan laporan pertanggungjawaban TNI kepada rakyat dan negara, atas reformasi TNI yang telah dijalankan selama 10 tahun, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers di atas KRI dr.Soeharso 990 yang sedang mengarungi Selat Makasar, Senin (16/6) siang.Reformasi TNI, lanjut Presiden, adalah berhenti berpolitik praktis, kemudian kembali pada peran dan fungsi sebagai kekuatan pertahanan negara, kata Presiden, didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Sumardjono, KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, dan KSAU Marsekal TNI Subandrio.
Apa yang ditampilkan dalam rangkaian latihan gabungan ini, kata Presiden, adalah kemampuan kapabilitas dan profesionalitas TNI untuk mengemban tugas mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945. "Secara khusus pada hari TNI 5 Oktober 2007 yang lalu saya meminta kepada TNI untuk menyelenggarakan latihan gabungan dalam skala besar, sebagaimana yang telah dilaksanakan sekarang ini," kata Presiden.
"Menghadapi tantangan keadaan, perkembangan dan dinamika global yang bisa saja bertentangan dengan kepentingan nasional yang bisa saja mengancam keutuhan dan kedaulatan negara kita, maka TNI kita harus siap mengemban tugas, siap berperang. agar keutuhan dan kedaulatan negara terus dapat kita tegakkan," kata Presiden lagi
Operasi gabungan yang dilaksanakan secara berangkai dalam bentuk kampanye militer,yang secara terpadu AD AL AU menjalankan misi gabungan. "Dari segi profesionalitas yang ditunjukkan satuan dan prajurit-prajurit TNI kita, saya menilai sendiri kemampuan itu menggembirakan dan ini menjadi modal utama kita untuk mengemban tugas negara mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Indonesia,"kata Presiden.
Pada latihan gabungan ini, ujar Presiden, juga dikembangkan, diuji coba doktrin yang terus dimutakhirkan merespon perkembangandan tantangan keadaan. Alat dan sistem persenjataan yang baru juga telah digunakan dalam latihan gabungan ini. Meningkatkan kapabilitas pertahanan secara menyeluruh.
"Tentu saja makin ke depan pertahanan kita harus makin kuat. Anggaran pertahanan kita sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penerimaan negara juga harus kita tingkatkan, tetapi yang lebih penting adalah, tentara kita dengan sistem persenjataan yang ada, dengan anggaran berapapun yang dapat disediakan oleh pemerintah harus tetap siap sedia menjalankan tugas menghadapi ancaman dari manapun datangnya. Semangat mereka tetap tinggi mental mereka harus tetap kuat, kemudian mereka harus bisa beroperasi dan menjalankan tugas siang malam, baik di darat laut dan udara di bawah kepemimpinan dan komando para panglima dan komandannya, untuk semua tugas dapat dilaksanakan secara berhasil," kata Presiden. (nnf)



