Berita Utama
Senin, 16 Juni 2008, 11:30:31 WIB
Rebut Kembali Pantai Sekerat dan Pantai Jepu-Jepu
Bontang: Fajar menyingsing menggantikan kegelapan malam. Lembayung di ufuk timur lengkap dengan pelangi menghiasi pagi di Pantai Sekerat Kalimantan Timur, Senin (16/6). Kapal KRI dr.Soeharso 990 berada pada posisi 1200 yard dari Pelabuhan Lubuk Kutung Sekerat, Kalimantan Timur. Presiden SBY dengan jaket marinir tanpa baret, menyaksikan latihan serangan amfibi dan bantuan tempur, dari anjungan kapal.Bersama Presiden tampak Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Sumardjono, KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, KSAU Marsekal TNI Subandrio serta Seskab Sudi Silalahi mendiskusikan serangan yang sedang berlangsung.
Presiden tampak terkesan dan menyaksikan dengan tekun ketika satu persatu serangan dilakukan, untuk merebut kembali Pantai Sekerat dan Pantai Jepu-Jepu yang sedang dikuasai musuh. Sebelum pasukan pendarat mendarat di pantai pendaratan, datang bantuan tembakan kapal diberikan oleh KRI Nala, KRI Fatahilah, KRI Diponegoro, dan KRI Hasanudin untuk memberikan jaminan keamanan bagi pasukan pendarat.
Empat pesawat tempur Skyhawk pun turut dalam aksi serangan udara yang menembakkan 38 butir peluru dari masing-masing pesawat. Tampak pula dua Tank PT & 6 yang menembak sasaran di pantai.Pasukan pendarat pun kemudian tiba di pantai,yang mendarat dalam 3 gelombang. Gelombang pertama 10 tank di pantai sekerat dan 10 tank di pantai Jepu-Jepu, disusul pendaratan 6 RRF di pantai sekerat dan 10 RRF di pantai Jepu-Jepu, dan gelombang ketiga pendaratan 7 RRF di pantai sekerat dan 10 RRF di pantai Jepu-Jepu.
Perebutan daerah sasaran dilakukan dengan penembakan mortir 60, mortir 81, pendaratan Armed, penembakan Armed, dan pasukan berhasil menduduki sasaran. Latihan ditutup dengan tembakan pengejaran oleh Howitzer 105 mm dan RM 70 GRAD yang dilakukan secara salvo.(nnf)



