Berita Utama

SBY Hadiri The 2nd World Peace Forum

Presiden SBY memukul gong, tanda peresmian pembukaan 2nd World Peace Forum di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (24/6) malam. (foto:abror/presidensby.info)
Presiden SBY memukul gong, tanda peresmian pembukaan 2nd World Peace Forum di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (24/6) malam. (foto:abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (24/6) malam membuka The 2nd World Peace Forum (WPF), Addressing Facets of Violence : What can be Done? yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah & Cheng Ho Multi Culture Trust,di Hotel Sultan ini. Acara yang diselenggarakan didukung Centre for Dialog and Cooperation among Civilizations (CDCC) ini berlangsung tanggal 24 s/d 26 Juni 2008, diikuti oleh peserta dari 36 negara, terdiri dari berbagai kalangan seperti agamawan dan politik, pebisnis, cendekiawan, aktivis LSM, dan jurnalis.

WPF ingin menjadi wadah bagi warga dunia yang peduli untuk berbagi pemikiran dan kebijaksanaan, mendiskusikan cara-cara praktis untuk meningkatkan kerjasama dan mengurangi prasangka, dan membangun kesepahaman di berbagai peradaban. Forum ini diharapkan bisa mengintensifkan dialog diantara peradaban.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan pendiri Cheng Ho Multi Culture Trust, Tan Sri Lee Kim Yew. Hadir pula dalam acara ini tokoh Ven, Master Chin Kung, pendiri masyarakat Budhis Amithaba yang berpusat di Toowomba, Australia. Juga disampaikan pesan perdamaian dari tokoh-tokoh dunia.Seperti PM Selandia Baru Helen Clark, PM Kerajaan Belanda Jan Peter Balkenende, PM Australia Kevin Rudd, PM Inggris Gordon Brown.

Para pembicara yang hadir antara lain Dr.Amien Rais, Dato Anwar Ibrahim, Dr.Emmanuel Kattan, Dr.Ali Alatas, Ayatollah Mohammad Ali Taskhiri (Sekjen Majelis Global Pemikiran Islam, Teheran, Iran), dan Mark Juergensmeyer (Direktur Pusat Studi Internasional dan global, University of California, Santa Barbara, AS). Bersama Presiden hadir pula Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan beberapa menteri, antara lain Menlu Hassan Wirajuda. (nnf)