Berita Utama
Jumat, 27 Juni 2008, 11:38:16 WIB
Pameran Inovasi Pelayanan Aparatur Negara
Presiden SBY menyerahkan penghargaan kepada aparat yang dinilai berprestasi, usai membuka pameran inovasi pelayanan publik, di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta hari Jumat (27/6)pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Menneg PAN Taufik Effendi mengatakan bahwa pemerintah ingin mengubah persepsi masyarakat tentang pelayanan publik, kareha itu dibutuhkan potret perwajahan dan persepsi baru tentang pelayanan aparatur itu sendiri. "Pameran ini merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa aparatur negara sudah berubah," ujarnya.
Menneg PAN berharap bahwa seluruh peserta pameran harus bisa memberikan bukti kepada masyarakat bahwa aparatur negara saat ini sudah berubah. "Karena itu, nuansa pelayanan prima harus benar-benar diutamakan. Dan pengunjung harus benar-benar dilayani dengan baik," ujarnya dalam sambutan.
Dalam acara ini juga, diluncurkan buku berjudul Jangan Percaya Sebelum Melihat karya Menneg PAN Taufik Effendi. Taufik Effendi menjelaskan, peluncuran buku yang mengupas berbagai inovasi di bidang pelayanan publik di Kepolisian RI ini untuk memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat mengenai reformasi yang telah dilakukan dalam melayani kepentingan masyarakat melalui bukti nyata berupa foto-foto berbagai kemajuan di bidang pelayanan publik. "Harapan saya dengan diluncurkannya buku ini, akan dapat mengubah mind set yang tidak baik tentang pelayanan publik menjadi baru yang berani mengakui secara jujur adanya berbagai perubahan yang lebih baik di berbagai instansi," ungkap Menneg PAN.
Pada pembukaan pameran ini juga ditandatangani Komitmen Peningkatan Kerja Pelayanan Publik oleh 31 Kapolda yang diwakilkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman, dan juga penyerahan sertifikat ISO 9001-2000 Law Register Quality Assurance (LRQA) yang diserahkan oleh Menneg PAN kepada Kapolri Sutanto. Dalam sistem manajemen ini, tercakup ruang lingkup Sistem Manajemen Lalu Lintas Jalan Raya yang mencakup Pengkajian Masalah Lalu Lintas, Registrasi dan Identifikasi, Aplikasi SIM dan Sistem Informasi Patroli Jalan Raya. Menneg PAN juga menyerahkan Tali Asih kepada 10 aparat terpilih, yang memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pelayanan publik yang terkadang nyawa menjadi taruhannya.
Presiden SBY mengucapkan rasa terima kasihnya serta penghargaan yang amat tinggi kepada penerima tali asih. "Terima kasih dan penghargaan kepada pejuang-pejuang pelayanan publik tadi yang telah mendapatkan tali asih. Kalian rela menempuh dan mengambil resiko yang paling tinggi untuk melayani rakat. Ini patut untuk kita jadikan contoh. Kami semua bangga dan menyayangi saudara-saudara dan saya minta semua pimpinan untuk berikan perhatian yang sungguh-sungguh kepada mereka dan keluarganya," kata SBY.
Terkait dengan pelayanan publik, Presiden SBY berharap dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun. Menurut Presiden SBY, peningkatan pelayanan publik ini dapat dilakukan dengan baik apabila dilakukan dengan mudah, cepat dan murah. "Mudah berarti jangan berbelit-belit. Cepat, mengapa harus dua hari kalau bisa dua jam? Mengapa harus dua minggu apabila bisa dilakukan dalam dua hari? Kita harus terus melakukan inovasi, terobosan. Murah, bahkan kalau bisa gratis. Jangan berlomba-lomba untuk meningkatkan biaya yang padahal bisa digratiskan," tegas SBY dalam sambutannya.
"Tinggalkan mentalitas, kalau bisa dipersulit kenapa bisa dipermudah. Sekarang sudah seharusnya menjadi kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit. Kalau perlu ditulis di kantor-kantor, permudah setiap urusan," kata SBY. Ia juga berharap bahwa good governance dan pelayanan publik dapat menjadi bagian dari keseharian dan bukan dilaksanakan sekali-sekali.
Usai memberikan sambutan, Presiden SBY meresmikan pameran dengan menekan tombol sirine. Setelah itu, Presiden beserta seluruh rombongan melakukan peninjauan ke dalam pameran untuk mengunjungi seluruh stand diantaranya adalah stand Kepolisian RI, Depkeu, Deptan, Dephukham dan BPN RI.
Presiden dan Ibu Negara mendapatkan SIM dengan menggunakan Chip pertama kali di Asia Tenggara. SIM dengan menggunakan Chip tersebut merupakan SIM, di mana kita bisa mengetahui pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pemilik SIM Chip ini melalui data yang terekam di dalam Chip tersebut.
Tampak hadir mendampingi Presiden SBY menghadiri pameran tersebut antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Jusman Sjafii Djamal, Menag Maftuh Basyuni, Menneg Koperasi dan UKM SUryadharma Ali serta Seskab Sudi Silalahi. (mit)



