Berita Utama

Presiden:

Pemerintah Secara Nyata Ingin Meningkatkan Anggaran Pendidikan

Presiden SBY dan Ketua Umum PGRI Prof. Dr. H.M. Surya, pada pembukaan Kongres XX PGRI, di Palembang, Selasa (1/7) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ketua Umum PGRI Prof. Dr. H.M. Surya, pada pembukaan Kongres XX PGRI, di Palembang, Selasa (1/7) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Palembang: Pemerintah terus melaksanakan upaya sungguh-sungguh dan berkesinambungan untuk meningkatkan pendidikan nasional dan meningkatkan kualitas serta kesejahteraan guru. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal ini dalam sambutan pembukaan Kongres XX Persatuan Guru Republik Indoesia (PGRI) di Hotel Novotel, Palembang, Selasa (1/7) malam.

"Di berbagai kesempatan saya selalu menyampaikan bahwa kita ingin benar meningkatkan kualitas pendidikan kita, agar kedepan makin bermutu, mudah dijangkau, mudah diakses, dengan biaya yang tidak terlalu mahal dan bagi yang miskin gratis," kata Presiden SBY.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara, ke depan para guru dan dosen akan ditingkatkan kesejahteraannya. Tapi harus juga diiringi peningkatan kualitas, pengabdian, kemampuan mereka.

Pemerintah tahun demi tahun, lanjut SBY, secara nyata ingin meningkatkan besaran anggaran pendidikan. "Tahun demi tahun ingin meningkatkan gaji, insentif, dan kesejahteraan para abdi negara, termasuk guru. Kita utamakan mereka yang berada di garis terdepan. Gaji presiden dan menteri sudah tahun ke empat ini tidak naik karena kami ingin mengutamakan mereka," SBY menjelaskan.

Kepada Mendiknas dan pimpinan daerah, Presiden SBY menginstruksikan untuk terus meningkatkan upaya dan menjalankan program-program nyata, termasuk mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kemampuan guru dan kesejahteraannya. "Saya juga menginstruksikan jajaran pemerintahan di seluruh Indonesia untuk membangun kerjasama dan kemitraan yang baik dengan PGRI di seluruh Indonesia," Presiden menambahkan.

Hadir dalam acara ini, antara lain, Sekjen Education International Fred Van Leeuwen, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo M. Nuh, dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (osa)