Berita Utama

Presiden SBY Akan ke Malaysia dan Jepang

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan kunjungan kerja ke Malaysia untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi ke-6 Organisasi Developing Eight atau D-8 di Kuala Lumpur, dari tanggal 6 s/d 8 Juli 2008. “Setelah dari Malaysia, Presiden akan ke Jepang dari tanggal 8 s/d 10 Juli untuk hadiri KTT G-8 Outreach di Toyako, Hokkaido," kata Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal, kepada wartawan di Kantor Presiden, Rabu (2/7) sore.

"Di Malaysia Presiden SBY akan menyerahkan kepemimpinan D-8 kepada Perdana Menteri Abdullah Badawi. Selama kepemimpinan Indonesia di D-8 telah dilaksanakan 31 kegiatan, 15 diantaranya dilaksanakan di Indonesia, yang mencakup berbagai bidang, seperti energi, perdagangan, pariwisata, penerbangan sipil, takaful, micro-finance dan kesehatan,” ujar Dino.

“Capaian yang diperoleh D-8 selama kepemimpinan Indonesia adalah disepakatinya Rules of Origin sebagai prasyarat terwujudnya D-8 Preferential Trade Agreement sebagai hasil pertemuan Tingkat Tinggi D-8 ke 5, pada bulan Mei 2006 di Bali,” Dino menambahkan.

Selain itu, lanjut Dino, juga telah disepakati road map for economic cooperation in the second decade of cooperation 2008-2018, untuk 10 tahun ke depan. ”Inilah yang akan dibahas di Malaysia, termasuk Presiden SBY akan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Abdullah Badawi, yang akan meluncurkan pembentukan Eminent Persons Group (EPG). Pembentukan EPG merupakan salah satu hasil konsultasi bilateral Presiden SBY dengan PM Malaysia pada bulan Januari 2008. Adapun susunan EPG dari pihak Indonesia, yaitu Jend (Purn) Try Sutrisno (Ketua), Ali Alatas SH, Prof.Dr. Quraisy Shihab, Drs. Des Alwi Abubakar, Dr. Musni Umar S.H.M.Si, DR. DR. Pudentia Maria Purenti Sri Suniarti, MA, Wahyuni Bahar, SH, “ kata Dino.

D-8 ini dibentuk pada Juni 1997, anggotanya 8 anggota OKI yang memiliki karakteristik ekonomi pembangunan dan kependudukan yang relatif sama. Delapan negara itu adalah Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Indonesia. “Kita baru mendapat konfirmasi bahwa sebagian besar pemimpin negara ini akan hadiri KTT ke 6 itu,” Dino menjelaskan.

Setelah dari Malaysia, Presiden SBY terbang ke Jepang untuk menghadiri KTT G-8 Outreach Countries di Toyako Hokkaido, pada 8 hingga 10 Juli 2008. “KTT G-8 ini merupakan usulan Perancis dan Inggris untuk memperluas pertemuan tingkat tinggi negara-negara maju yang tergabung dalam G-8, yaitu Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat, dengan mengundang negara-negara berkembang, yang dikenal dengan sebutan Outreach Five (O5) atau The Plus Five, yang terdiri dari Brasil, China, India, Meksiko, dan Afrika Selatan,” kata Dino.

“Tahun ini, Jepang sebagai tuan rumah KTT G-8 mengundang Indonesia, Australia, dan Korea Selatan yang akan membahas isu utama global saat ini, seperti climate change, food security, development, dan perkembangan ekonomi global. Undangan ini merupakan suatu kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk mendorong kembali kesepakatan global yang dicapai pada UNCC di Bali, untuk menghasilkan perubahan iklim baru pasca Kyoto Protocol serta mendorong kesadaran dalam upaya global menyelesaikan krisis harga pangan dan energi pasca KTT Roma,” ujar Dino. (win)