Berita Utama

Presiden di Kutai Kertanegara

Mengurangi Kemiskinan Bukan dengan Iklan, Tapi Aksi Nyata

Presiden SBY saat memberikan sambutan peresmian proyek-proyek infrastruktur, di Desa Senipah, Kab. Kutai Kertanegara, Kaltim, Jumat (4/7) sore. (foto:abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat memberikan sambutan peresmian proyek-proyek infrastruktur, di Desa Senipah, Kab. Kutai Kertanegara, Kaltim, Jumat (4/7) sore. (foto:abror/presidensby.info)
Kutai Kertanegara: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kembali untuk sungguh-sungguh dalam upaya mengurangi kemiskinan. "Mengurangi kemiskinan bukan dengan wacana, dengan seminar dan iklan Mengurangi kemiskinan dengan program nyata, dengan aksi nyata di seluruh Indonesia," kata Presiden dalam sambutan peresmian proyek-proyek infrastruktur, di Desa Senipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Jumat (4/7) sore.

Setelah mempelajari apa yang kita lakukan selama 20 tahun terakhir ini, ujar Presiden, pemerintah berkesimpulan, mengurangi kemiskinan harus dilakukan dengan program-program yang konkret, nyata, dan terpadu. Terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, juga antarsektor.

Sejak tahun 2007 kita lakukan langkah-langkah pengurangan kemiskinan terpadu dengan tiga jenis paket program. Paket pertama, ibarat memberi ikan kepada rakyat miskin. MIsalnya, pemerintah mengeluarkan anggaran puluhan triliun untuk membebaskan masyarakat miskin dalam berobat, biaya pendidikan, dan beras untuk rakyat miskin (Raskin). Kemudian bantuan langsung tunai bersyarat, membantu mereka yang kena musibah bencana, membantu golongan lanjut usia. “Semua itu diberikan karena mereka belum berdaya. Sebagaimana falsafah, diberi ikannya dulu sampai betul-betul berdaya dan mampu untuk keluar dari kemiskinan,” Presiden SBY menjelaskan.

Paket kedua, memberdayakan kecamatan dan desa dengan memberi “kail”. Program ini dikenal dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, untuk membangun infrastruktur dan fasilitas umum lainnya. Tahun 2007 dibantu hampir 3.000 kecamatan, tahun 2008 hampir 4.000 kecamatan, dan tahun 2009 diharapkan seluruh kecamatan yang berjumlah 5.720 kecamatan sudah mendapat PNPM Mandiri. “Besarnya Rp 2 miliar – Rp 3 miliar per kecamatan. Tahun depan rata-rata Rp 3 miliar. Ini seperti kail,” SBY menambahkan.

Paket ketiga, ibarat memberikan “perahu”, berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR). Presiden bercerita, dalam kunjungan ke daerah, sering mendengar keluhan para pengusaha kecil yang kesulitan mendapatkan modal untuk mengembangkan usahanya. Atas dasar itulah mulai tahun 2007 dikucurkan KUR yang persyaratannya mudah karena jaminannya diberikan oleh pemerintah. “Pemerintah mengeluarkan Rp 1,4 triliun untuk pinjaman usaha mikro, kecil, dan menengah. Ini kita ibaratkan perahu,” Presiden menegaskan. “Lengkaplah sudah, ada ikan, kail, dan perahu.”

Suatu saat, lima tahun lagi, yang awalnya ikan bergeser ke kail dan perahu.Di situ masyarakat kita akan dinamis dan diharapkan pengangguran berkurang tajam, dan kesejahteraan meningkat," kata Presiden. (nnf/har)