Berita Utama

PLTU Embalut, Tanjung Batu

Pembangkit Listrik Independen Pertama di Luar Pulau Jawa

Presiden SBY menyalami Dahlan Iskan, Dirut PT Cahaya Fajar Kaltim, pemilik PLTU Embalut, usai menandatangani prasasti peresmiannya, di Tanjung Batu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim, Sabtu (5/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyalami Dahlan Iskan, Dirut PT Cahaya Fajar Kaltim, pemilik PLTU Embalut, usai menandatangani prasasti peresmiannya, di Tanjung Batu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim, Sabtu (5/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Kutai Kertanegara: Di tengah hujan rintik-rintik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikanFiring Unit 1 PLTU Embalut, Tanjung Batu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (5/7) pagi. PLTU ini merupakan pembangkit listrik pertama yang dibangun oleh produsen independen (Independen Power Producer -IPP) di luar Pulau Jawa.

PLTU Embalut dibangun oleh PT Cahaya Fajar Kaltim, anak perusahaan Jawa Pos Group. Menurut Dahlan Iskan, Direktur Utama, PLTU ini merupakan proyek UKM pertama di bidang kelistrikan. “Kami juga bangga karena ini merupakan proyek pertama di luar Pulau Jawa,” kata Dahlan dalam laporannya.

Sementara itu, Menneg ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya memberi apresiasi atas dibangunnya PLRU Embalut, yang menggunakan batubara. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. “Sejak terjadi krisis minyak, pemerintah mengubah dengan memperioritaskan sumber energi non minyak,” kata Purnomo.

PLTU Embalut dibangun sejak 2006 dengan investasi sekitar Rp 750 miliar. Proyek ini merupakan patungan antara Pemprov Kaltim (40 persen saham) dan Jawa Pos (60 persen).

Presiden SBY sendiri mengingatkan, pemerintah tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan listrik nasional secara dalam waktu dekat, sendirian. Untuk itu perlu dukungan swasta dan masyarakat. Meskipun kapasitas PLTU Embalut hanya 2x25 megawat, tapi jika banyak kalangan ikut membangun, tentu akan membantu meringankan beban tersebut.

“Harus ada keterpaduan antara PLN dan non PLN. Kalau PLN sendiri, tidak mampu. Mari kita bikin policy, kerjasama yang bagus untiuk menambah sumberdaya listrik,”kata Presiden SBY dalam sambutannya.

Turut mendampingi Presiden SBY dalam acara ini, antara lain, Menneg ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Seskab Sudi Silalahi, dan Jubir Presiden, Andi A.Mallarangeng. Selain itu hadir pula Pejabat Gubernur Kaltim Tarmizi A.Karim. (har)