Sabtu, 5 Juli 2008, 12:38:51 WIB
Presiden:
Sorot Mereka yang Suka Mempersulit Urusan
Presiden SBY saat memberi sambutan peresmian Firing Unit 1 PLTU Embalut, Kutai Kertanegara, Kaltim, Sabtu (5/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Kutai Kertanegara: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pers ikut mengawasi roda birokrasi. Terutama mereka yang masih suka mempersulit urusan. Karena hal itu menghambat iklim investasi yang sedang digalakkan pemerintah. Presiden mengatakan hal itu saat meresmikan Firing Unit 1 PLTU Embalut, di Tanjung Batu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (5/7) pagi.
“Saya minta pers menyoroti mereka yang suka mempersulit urusan. Angkat yang suka menghambat itu, supaya mereka ikut bertanggungjawab di negeri ini,” Presiden SBY menegaskan.
PLTU Embalut sendiri mulai direncanakan pada tahun 2002. Ijin dari kementerian ESDM cepat turun. Tapi, ijin-ijin lain macet selama tiga tahun. Baru tahun 2006 lalu, semua perijinan beres dan PT Cahaya Fajar Kaltim mulai bisa merealisasikan proyek ini.
“Inilah penyakit masyarakat kita, kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah. Di pusat ada, di daerah juga banyak. Mari, kalau ingin pembangunan baik, permudahlah setiap urusan. Kalau bisa satu miggu, mengapa mesti satu bulan atau bahkan satu tahun. Kalau bisa murah, kenapa dibuat mahal. Kalu bisa mudah, mengapa dibuat berbelit-belit,” ujar Presiden, agak jengkel.
Presiden SBY menegaskan, setiap jenjang pemerintahan harus bertanggung jawab terhadap persoalan yang muncul dalam lingkup kerjanya. Mulai dari camat, bupati, gubernur, hingga menteri dan presiden. “Jadi urusan kecamatan tidak harus sampai unjuk rasa ke Istana. Kemana camat atau bupati? Jangan ada dusta diantara kita,” ujar SBY. (har)