Berita Utama

SBY Lakukan Pertemuan Bilateral dengan 7 Pemimpin Dunia

Presiden SBY memberi keterangan pers  di Sapporo Korakuen Hotel, Sapporo, Jepang,  hari Kamis (10/7) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memberi keterangan pers di Sapporo Korakuen Hotel, Sapporo, Jepang, hari Kamis (10/7) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Sapporo: Pada dalam KTT G8 Hokkaido Toyako Summit, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengikuti tujuh pertemuan bilateral dengan pemimpin-pemimpin dunia. Diantaranya adalah dengan Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Presiden Meksiko Felipe Calderon Hinojosa, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick, Perdana Menteri India Manmohan Singh, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda. "Ini kesempatan yang baik untuk bertemu dengan kepala pemerintahan itu. Sesungguhnya permintaan beliau-beliau itu semua untuk bertemu dengan Indonesia karena ingin kerja sama yang kongkrit," jelas Presiden SBY dalam konferensi persnya yang dilaksanakan di Crest Hall, Sapporo Korakuen Hotel, Sapporo pada hari Kamis (10/7) pagi.

Dijelaskan oleh Presiden SBY, dengan Sekjen Pbb Ban Ki-Moon, Presiden SBY membahas mengenai krisis pangan dan krisis energi. Sedangkan dengan Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak yang baru pertama kali bertemu dengan SBU, membahas mengenai cara-cara untuk mengembangkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Korea.

Sementara itu, dengan Perdana Menteri India Manmohan Singh, Presiden SBY menggaris bawahi konsultasi dan kerja sama menyangkut climate change dan ekonomi di bidang perdagangan. "Dalam konteks ASEAN Free Trade Area," ujar SBY. Sedangkan dengan Presiden Meksiko Felipe Calderon Hinojosa, Presiden SBY dan Calderon Hinojosa berharap untuk terus meningkatkan kerja sama yang lebih kongkrit di bidang ekonomi dan energi.

Dengan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, Presiden SBY sepakat untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara sahabat.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, memberikan atensi yang tinggi kepada Indonesia dan berharap kerja sama Indonesia dan Jepang dapat diperkuat lagi. "Kita akan mendapatkan pasar yang lebih luas di jepang, lantas investment lebih berkembang, tenaga-tenaga profesional kita ditugaskan disini," jelas SBY. (mit/har)