Berita Utama
Senin, 14 Juli 2008, 13:12:30 WIB
Presiden Terima PM Salam Fayyad
Indonesia Kembali Dukung Berdirinya Negara Palestina
Presiden SBY bersama PM Palestina, Salam Fayyad, di Istana Merdeka, Senin (14/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
“Kita berharap target ini dapat dicapai, dan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat harus di prioritaskan dan dicapai sesegera mungkin. Jadi tadi ada pembahasan mengenai jadwal kearah sana,” lanjut Dino. “Presiden SBY menyampaikan salam untuk Presiden Mahmoud Abbas, dan PM Salam Fayyad juga menyampaikan salam balik. Terakhir kali Presiden SBY bertemu Presiden Mahmoud Abbas adalah di KTT OKI di Senegal. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk mendorong terjadinya konferensi Asia Afrika mengenai Palestina yang sekarang sedang berlangsung,” tambahnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang 20 menit, PM Fayyad memberikan penilaian mengenai situasi di Palestina. “Beliau melukiskan mengenai penderitaan atau berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat Palestina. Beliau secara spesifik menggarisbawahi mengenai sikap Israel yang masih sulit, terutama dalam melaksanakan obligasinya dalam konteks konferesi kesepakatan Anapolis. Misalnya mengenai settlement. Sekarang pemukiman Israel yang ada di Palestina itu melonjak secara drastis, dikabarkan dalam enam bulan sejak konferensi Anapolis melonjak 12 kali lipat. Dan ini bukan suatu langkah confidence building yang kondusif bagi upaya perdamaian,” Dino menerangkan.
”Presiden SBY menekankan bahwa persatuan Palestina sangat penting untuk dicapai karena tujuan akhirnya yaitu pembentukan negara Palestina dan perdamaian di Timur Tengah. Hal itu tidak dapat terjadi kalau diantara fraksi-fraksi politik Palestina masih terpecah belah. Presiden SBY menekankan perlunya sesegera mungkin adanya upaya untuk mencapai persatuan antara fraksi-fraksi politik di Palestina dan ini juga disadari PM Fayyad yang menyatakan bahwa sekarang ini Presiden Mahmoud Abbas sedang mengupayakan solusi di Gazza yang dipandangnya sebagai suatu formula yang pragmatis dan praktis,” ujar Dino.
Presiden SBY juga menekankan bahwa Indonesia tetap komitmen untuk menjalin dan meningkatkan hubungan bilateral yang baik dengan Palestina. ”Proses konferensi Asia Afrika yang sekarang sedang dilaksanakan adalah salah satu inisiatif yang mudah-mudahan dapat membantu Palestina membangun capacity building. PM Fayyad mengungkapkan apresiasinya terhadap inistiatif ini dan memang dengan adanya berbagai inisiatif di dunia barat yang diperlukan memang dukungan moral, politik, dan ekonomi dari negara-negara Asia Afrika. Ini adalah suatu proses yang dihargai pemerintah Palestina dan diharapkan akan terus berlangsung proses ini dan berharap dapat saling mengisi dengan proses-proses yang ada,” lanjutnya.
Presiden SBY mengatakan pemerintah Indonesia akan membantu 1000 pejabat Palestina atau pegawai negeri Palestina untuk program kerjasama dalam lima tahun ini. PM Fayyad mengucapkan terimakasih atas bantuan Indonesia tersebut. (osa)



