Berita Utama
Senin, 14 Juli 2008, 13:20:56 WIB
Presiden SBY:
Asia Afrika Lakukan Langkah Nyata untuk Rakyat Palestina
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada pembukaan New Asian African Strategic Partnership Ministerial Meeting, di Istana Negara, Senin (14/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
“Pertama, dijalankan sebagai katalisator untuk proses perdamaian, bagi pendirian kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Kedua, membangun blok yang dapat membantu rakyat Palestina. Ketiga, membantu menyegarkan kembali ikatan solidaritas antara negara-negara Asia Afrika yang dibangun pada pertengahan tahun 50an. Keempat, berfungsi sebagai saluran bagi semua pihak yang ingin berkontribusi bagi perdamaian dan perkembangan Palestina dan Timur Tengah. Kelima, membentuk tipe baru multilateralisme antara negara-negara berkembang, yang dapat menjadi kekuatan moral baru bagi tatanan internasional yang pantas,” jelas Presiden SBY.
Negara-negara di Asia dan Afrika, menurut Presiden SBY, tidak asing dengan penderitaan rakyat Palestina. ”Belum beberapa lama yang lalu, selama malam-malam gelap kolonialisme, kami menderita apa yang mereka derita sekarang. Kami berjuang seperti yang mereka perjuangkan hari ini. Tetapi kami telah memenangkan perjuangn politik. Kami telah memenangkan kebebasan dan kedaulatan kami dan kami telah melanjutkan perjuangan kami untuk pembangunan ekonomi dan sosial,” ujar SBY.
”Hati nurani bersama kami terpanggil 53 tahun yang lalu untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sekarang hati nurani kami terpanggil kembali untuk meluaskan dukungan itu, dan membuatnya semakin praktis, substansial, dan dapat bertahan lama. Kami terpanggil untuk membantu rakyat Palestina dalam upaya yang lebih nyata. Itulah mengapa Palestina harus menjadi agenda dalam New Asian-African Strategic Partnership, dan mengapa isu Palestina berada di urutan teratas dalam agenda politik solidaritas dalam Partnership Plan of Action,” tegasnya.
Turut hadir dalam peresmian pembukaan pertemuan NAASP antara lain Menlu Hassan wirajuda, Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. (osa)



