Berita Utama

SBY, Horta dan Xanana Terima Laporan Komisi Kebenaran dan Persahabatan

PM Timor Leste Xanana Gusmao menandatangani pernyataan bersama disaksikan Presiden SBY dan Presiden Horta, di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Selasa (15/7) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
PM Timor Leste Xanana Gusmao menandatangani pernyataan bersama disaksikan Presiden SBY dan Presiden Horta, di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Selasa (15/7) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Denpasar: Hari Selasa (15/7) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Presiden Timor Leste Ramos Horta dan PM Xanana Gusmao, menerima Laporan Akhir KKP (Komisi Kebenaran dan Persahabatan), di Grand Ballroom II Hotel Grand Hyatt Nusa Dua. Laporan akhir KKP diserahkan oleh Benjamin Mangkoedilaga, Ketua KKP Indonesia.

Sebelum penyerahakan laporan akhir KKP, Ketua KKP Timor Leste, Dionisio CBS mengatakan, KKP yang dibentuk pada tanggal 9 Maret 2005 ditandai dengan penandatanganan deklarasi bersama dan pengesahan mandat oleh para kepala negara kepala pemerintahan Indonesia dan Timor Leste. "KKP segera bekerja setelah pelantikan para komisioner pada 11 Agustus 2005 di Denpasar," jelas Dionisio.

"Pelaksanaan mandat KKP secara substantif telah diselesaikan pada bulan Maret 2008. Sesuai mandatnya, KKP ditugaskan untuk mengungkapkan fakta kebenaran tentang hakikat, cakupan, dan penyebab pelanggaran hak asasi manusia yang dilaporkan terjadi menjelang, dan segera setelah penentuan pendapat di Timor Leste pada bulan Agustus 1999," Dionisio menambahkan.

Sesuai dengan semangat pembentukan KKP, lanjut Dionisio, tujuan, prinsip, dan mandat yang termuat dalam deklarasi bersama para kepala negara dan pemerintahan Indonesia-Timor Leste, KKP bukan merupakan proses yudisial. "Temuan dan kesimpulan KKP bukan merupakan keputusan hukum mengenai siapa yang bersalah dan siapa yang tidak bersalah," kata Dionisio.

Pada sambutannya usai menerima laporan KKP, Presiden SBY menjelaskan bahwa tujuan dibentukkan KKP adalah untuk menetapkan kebenaran yang menyeluruh terkait berbagai peristiwa yang terjadi sebelum dan setelah dilakukannya jajak pendapat pada tahun 1999. " Proses ini mengedepankan upaya rekonsiliasi dan persahabatan serta menjaga agar peristiwa yang sama tidak terulang kembali," tegas SBY.

Presiden SBY, Presiden Ramos Horta, dan Presiden Xanana Gusmao kemudian secara bergantian menandatangani pernyataan bersama yang dilanjutkan foto bersama dengan anggota KKP. (osa)