Berita Utama
Selasa, 15 Juli 2008, 13:50:59 WIB
Presiden SBY:
Pemerintah Akan Pelajari Laporan Akhir KKP
Presiden SBY menerima Laporan Akhir dari Ketua KKP Indonesia, Benjamin Mangkoedilaga, disaksikan Presiden Ramos Horta, di di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Selasa (15/7) siang. (foto: anung/presidensby.info)
"Pemerintah akan mengambil berbagai inisiatif yang dirasa perlu guna memajukan persahabatan antara masyarakat kedua negara. Kami menyampaikan penyesalan yang amat mendalam atas apa yang terjadi di masa lalu yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda, yang akhirnya Indonesia dan Timor Leste mengambil prakarsa bersama untuk menyelesaikan secara arif dan tepat persoalan masa lampau tersebut," ujar Presiden SBY.
Penyelesaian tuntas adalah sesuatu yang ingin dicapai pemimpin kedua negara ketika bertemu di Bali pada tanggal 14 Desember 2004. "Hari itu kita memutuskan untuk membentuk KKP, dilandasi keinginan yang kuat untuk mencapai penyelesaian secara tuntas atas berbagai isu di masa lalu serta menjamin agar hubungan bilateral kedua negara terus tumbuh dan berkembang," SBY menerangkan.
"Penyelesaian yang tuntas itu sangatlah penting. Kita tidak dapat bergerak maju dan meraih apa yang kita cita-citakan, apabila masih memusatkan perhatian pada masa lalu. Tetapi kita juga tidak dapat mengubur masa lalu begitu saja. Kita harus mempelajari apa yang terjadi di masa lalu untuk menemukan fakta tentang siapa melakukan apa kepada siapa serta siapa yang sepatutnya bertanggungjawab karena hanya kebenaran hakiki yang dapat memerdekakan kita dari belenggu masa lalu," lanjutnya.
"Saripati kebenaran masa lalu ini merupakan sesuatu yang amat berharga untuk dijadikan titik referensi atau rujukan, yang harus kita ingat dan tandai dengan baik. Dengan menyadari keberadaan referensi tersebut, dan juga pelajaran berharga serta makna mendalam yang diberikannya, kita dapat lebih bertanggungjawab untuk dapat menghindari terulangnya kesalahan-kesalahan yang sama," ujar SBY.
Sementara itu Presiden Ramos Horta dalam pidatonya menyatakan bahwa pemerintahnya akan menganalisa laporan KKP tersebut dan bersedia melakukan diskusi. "Kami setuju melakukan implementasi atas rekomendasi KKP, jika itu adalah sesuatu yang diharapkan bisa meningkatkan semangat saling memaafkan untuk meningkatkan hubungan baik kedua negara," kata Presiden Horta.
Usai acara, Presiden SBY, Presiden Horta, PM Gusmao dan delegasi kedua negara bersantap siang bersama. (osa)



