Berita Utama

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Presiden: Pemerintah Berdiri di Depan dan Lakukan Segala Upaya

Presiden SBY memukul gong untuk membuka Rakornas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, disaksikan Meneg PP Meutia Hatta, di Istana Negara, Kamis (17/7) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memukul gong untuk membuka Rakornas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, disaksikan Meneg PP Meutia Hatta, di Istana Negara, Kamis (17/7) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Kamis (17/7) pagi di Istana Negara membuka Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Rakornas diikuti 300 peserta, bertema Perempuan Bangkit, Indonesia Bisa dengan fokus penguatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak di seluruh bidang pembangunan.

Dalam sambutannya, Presiden SBY antara lain mengatakan bahwa pembangunan perempuan dan anak-anak merupakan prioritas dari pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. "Pemerintah berdiri di depan. Kita melakukan segala upaya untuk memberikan perlindungan dari kekerasan, kejahatan, tekanan hidup yang sangat berlebihan dan lain-lainnya. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Kita tingkatkan kualitas kehidupan mereka yang kita jalankan melalui pendidikan dan kesehatan. Makin tinggi lagi, kita terus berdayakan dan majukan perempuan di berbagai bidang," ujar Presiden SBY. Dengan kita menyiapkan generasi muda agar menjadi manusia-manusia unggul, menurut Presiden SBY, Indonesia akan menjadi negara maju pada abad ke 21.

Sebelumnya, Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono dalam sambutannya antara lain mengatakan, melaporkan, dengan tema ini diharapkan kaum perempuan Indonesia dapat termotivasi dan tergugah semangatnya. "Dengan cara mengaktualisasikan diri dan membuktikan potiensi dan kemampuan diri sendiri dan kaumnya, sehingga mampu memberikan sumbangan yang positif dan bermakna bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia," kata Meutia Hatta. Menurutnya, hal tersebut sangat dimungkinkan, apabila kaum perempuan Indonesia diberiikan kesempatan dan akses yang sama dan setara dengan kaum laki-laki untuk berkiprah dalam pembangunan di segala bidang.

Menneg atas nama pemerintah kemudian menyerahkan beberapa penghargaan kepada tokoh-tokoh dan daerah-daerah yang berdedikasi dan berkomitmen tinggi pada pembangunan dan pemberdayaan perempuan, kesejahteraan dan perlindungan anak. Mereka yang mendapatkan penghargaan antara lain Ibu Negara Ani Yudhoyono sebagai Ibu Pembangunan Pemberdayaan Perempuan, Kesejahteraan dan Perlindungan Anak. Desak Made Hughesia atau Huges sebagai Duta Anti Perdagangan Orang, Sphie Navita sebagai Pelopor Promosi Pengguna Air Susu Ibu Ekslusif 6 Bulan, serta Tri Astuti Sanarto atas dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap kualitas pelatihan tenaga kerja perempuan.

Sedang daerah-daerah yang juga berhak mendapatkan penghargaan antara lain Provinsi Sulut sebagai provinsi yang mampu meningkatkan jumlah perempuan sebagai pengambil keputusan di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Kemudian Provinsi Sumut, Kalbar, Sulut dan Sulsel sebagai provinsi yamg memiliki Peraturan Daerah tentang penghapusan perdagangan orang, Provinsi Kalteng dan Kalbar sebagai provinsi yang mempelopori pengembangan Model desa Prima untuk penanggulangan kemiskinan, Provinsi Banten sebagai provinsi yang memiliki Peraturan Daerah tentang pengarusutamaan gender, serta Provinsi Jatim sebagai provinsi yang memiliki Peraturah Daerah tentang perlindungan perempuan dan korban kekerasan.

Kepada mereka yang menerima piagam penghargaan, Presiden SBY menyampaikan rasa terima kasihnya atas segala usaha yang telah dilakukan untuk Indonesia. "Teruskanlah usaha kalian untuk berprestasi, berbuat baik serta mengabdi kepada sesama. Utamanya untuk kaum perempuan dan anak-anak kita," ujar Presiden SBY.

Usai memberikan sambutan, Presiden SBY meresmikan pembukaan Rakornas dengan mengucapkan Basmallah dan memukul gong. Seluruh peserta Rakornas kemudian menikmati suara indah Lia Aprilia yang menyanyikan lagu ciptaan SBY berjudul Mentari Bersinar, serta lagu ciptaan Lia sendiri yang berjudul Suara Damai. (mit)