Berita Utama
Selasa, 22 Juli 2008, 11:00:31 WIB
Sidang Paripurna Bahas Pemilu, RAPBN 2009 dan Penanggulangan Kemiskinan
Presiden SBY didampingi Wapres JK memimpin sidang paripurna kabinet di Kantor Setneg, hari Selasa (22/7) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Saat membuka sidang, Presiden SBY mengatakan, pemerintah ingin mencegah dampak berlebihan pada ekonomi nasional dengan mencari solusi untuk membangun kembali ekonomi. ”Saya memberikan kesempatan lebih pada para menteri untuk menyukseskan dan mempercepat capaian progran masing-masing. Sidang paripurna kabinet ini kita adakan agar saudara-saudara pahami kembali arah kebijakan dasar 2009 mendatang,” kata Presiden SBY.
Agenda sidang kabinet paripurna yang diperluas ini, tambah Presiden, pertama mendengarkan penjelasan Menko Polhukam dan Mendagri tentang ketentuan Pemilu Legislatif dan Kampanye.” Ini penting agar kita bersama sama bisa menyukseskan pemilu dan paham aturan mainnya, mana yang boleh mana yang tidak. Karena kita harus memberi contoh pada yang lain atas kepatuhan pada undang-undang dan aturan main yang ada,” kata Presiden.
"Kedua, penjelasan Pelaksana Tugas Menko perekonomian penjelasan RAPBN 2009, dan konsep nota keuangan yang bulan depan akan disampaikan pada Sidang Paripurna DPR-RI tanggal 15 Agustus 2008. Mengapa tanggal 15, karena tanggal 16 itu jatuh pada hari Sabtu,” jelas PresidenSBY. Ketiga, kita membahas kebijakan penting soal kesejahteraan rakyat termasuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup secara umum," kata Presiden, dalam pembukaan sidang yang dihadiri seluruh menteri. (win)



