Berita Utama
Selasa, 22 Juli 2008, 16:09:23 WIB
Anggaran untuk Pengentasan Kemiskinan Naik Jadi Rp 70 Trilyun
Presiden SBY memimpin sidang paripurna kabinet di Kantor Setneg, hari Selasa (22/7) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Demikian dikatakan Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, didampingi Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, Selasa (22/7) siang, usai mengikuti sidang paripurna kabinet yang dipimpin langsung Presiden SBY di Sekretariat Negara. ”Dengan meningkatnya anggaran tersebut, diharapkan tahun 2009 kemiskinan bisa turun antara 12 persen sampai 14 persen, dan pengangguran kita turunkan lebih rendah lagi mencapai 8,5 persen, dari situasi sekarang sekitar 11,95 persen,” tambah Sri Mulyani
Arahan Presiden dalam sidang paripurna, lanjut Sri Mulyani, pertama, momentum pertumbuhan ekonomi harus dijaga, karena ini penting untuk menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan. "Kedua, pertumbuhan ekonomi harus tanpa kompromi disertai dengan kualitas pemerataan yang lebih baik. Oleh karena itu pengeluaran pemerintah untuk bidang pengentasan kemiskinan akan dinaikkan dan dijaga pelaksanaannya serta diperbaiki,” ujar Sri Mulyani
Menurut Sri Mulyani, dalam menyusun APBN 2009 , pemerintah melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi dunia saat ini, serta situasi dalam negeri. "Pemerintah melakukan modifikasi di APBN per APBN 2009 dan asumsi makronya. Sampai tahun 2009, pertumbuhan ekonomi diasumsikan sebagai landasan untuk menyusun APBN adalah 6,2 persen, inflasi 6,5 persen, tingkat suku bunga SBI 8,5 persen, nilai tukar Rp 9.100/Dolar AS, dan harga minyak 140 Dolar AS/barel, sementara rekomendasi DPR, 95 sampai 120 Dolar AS/barel,” katanya.
"Lifting minyak 950 ribu barel/hari ini persis atau sama dengan rekomendasi DPR. Volume komsumsi BBM akan mencapai 38,9 juta kilo liter. Pembagiannya adalah, kalau dibandingkan APBNP itu meningkat sangat tajam. Untuk APBNP 35,5 juta kilo liter, untuk premiun akan mencapai 20,4 juta kilo liter atau naik dari 17 juta kilo liter, solar menjadi 12,6 juta kilo liter atau naik dari 11 juta kilo liter, minyak tanah turun 5,8 juta kilo liter karena konversi minyak tanah ke elpiji, dan tahun depan akan turun menjadi 4 juta kilo liter. Itu APBN 2009 dari asumsi makro,” kata Sri Mulyani.
"Dengan asumsi ini, maka produk domestik bruto tahun depan 2009 akan diperkirakan Rp 5.295 trilyun, kalau dibandingkan APBN 2008 PDB Rp 4.484 trilyun. Dengan asumsi itu, maka postur APBN kita akan disampaikan nanti oleh Presiden tentu dengan pendapatan negara mencapai Rp 1.158 trilyun dan belanja Rp 1.237 trilyun, sehingga APBN tahun 2009 akan direncanakan defisit sebesar Rp 78,8 trilyun atau 1,5 persen dari PDB. Dan transfer ke daerah untuk saat ini akan lebih tinggi dari belanja seluruh kementerian lembaga. Jumlah transfer ke daerah adalah Rp 346 trilyun, sedangkan seluruh belanja kementerian lembaga Rp 312,6 trilyun," jelas Sri Mulyani. (win)



