Berita Utama
Kamis, 24 Juli 2008, 11:30:56 WIB
Presiden di Subang:
Setelah Krisis Moneter, Sekarang Kita Mulai Membangun
Presiden SBY dan Ibu Ani bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, menghadiri acara pembukaan Pekan Padi Nasional III Tahun 2008, di Subang, Jawa Barat, Kamis (24/7) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
"Sekarang ini kita mulai membangun, meningkatkan anggaran untuk membangun infrastrutur, termasuk irigasi. Misalnya tahun ini saja, kita tingkatkan 70 ribu hektar untuk meningkatkan jaringan irigasi, 20.700 hektar untuk jaringan rawa. Yang direhabilitasi 240.000 ribu hektar untuk jaringan irigasi, dan 164.392 ribu hektar untuk jaringan rawa. Memang harus bertahap, karena yang kita bangun di seluruh Indonesia tidak mungkin sekalgus. Uang kita tidak cukup, harus dibagi dengan pendidikan, kesehatan dan lain-lain," ujar Presiden di hadapan ribuan peserta PPN III 2008.
Dikatakan Presiden, membangun prasarana seluruh Indonesia biayanya besar. Pada tahun 2005 dianggarkan Rp 32, 9 trilyun. "Tahun 2006 naik menjadi Rp 55 trilyun, tahun 2007 naik lagi menjadi Rp 64 trilyun, tahun 2008 lebih naik lagi jadi Rp. 89 trilyun. Tahun 2009, mudah-mudahan disetujui DPR, kita akan tingkatkan Rp. 99 trilyun, hampir Rp 100 trilyun. Untuk apa? Ya untuk membangun, agar lebih meningkat produksi padi kita," tambahnya.
Presiden menambahkan, untuk pupuk pemerintah terus mensubsidi. "Tahun 2007 Rp. 8,7 trilyun, 2008 Rp.14,6 trilyun, dan tahun 2009 mudah-mudahan disetujui DPR, insya Allah bertambah subsidinya menjadi Rp. 20,6 trilyun, masih menjadi prioritas. Benih demikian juga. Tahun 2007 Rp 1 trilyun, tahun 2008 Rp 1,4 trilyun, dan tahun 2009 kita tingkatkan Rp 1,5 trilyun. Ini usaha kita. Dari kemampuan yang ada, untuk meningkatkan irigasi dan infrastruktur yang sama-sama kita perlukan. Dan jangan lupa, Departemen Pertanian tahun 2008 kita kucurkan untuk membantu subsidi Rp 33 trilyun, dan 2009 kita rencanakan Rp 35 trilyun. Tidak sedikit, tapi saya tahu belum sepenuhnya sesuai yang kita tuju, " ujar Presiden SBY. (win)



