Berita Utama
Jumat, 25 Juli 2008, 15:59:03 WIB
Diterima Presiden
OECD Serahkan Laporan Tentang Indonesia
Presiden SBY menerima laporan dari Sekjen OECD, Angel Gurria, di Kantor Presiden, Jumat (25/7) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Juru Bicara Presiden Dino Patti Djala dalam keterangan persnya menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut dibicarakan dua agenda utama. “Agenda pertama adalah pihak OECD memberikan laporan berjudul Economic Assessment of Indonesia 2008. Ini adalah pertama kalinya OECD membuat laporan mengenai Indonesia. Laporan ekonomi ini tadi dibahas secara umum dengan Presiden,” lanjutnya.
Presiden SBY menyambut baik laporan ini. “Laporan tadi juga sudah diberikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kita tentu akan mempelajari, membahas rekomendasi dan masukan yang berharga dari OECG,” terang Dino.
“Agenda kedua adalah membahas mengenai OECD Enlargment and Enhance Engagement Program, dimana Indonesia adalah menjadi salah satu negara disamping empat negara lainnya yang masuk dalam program ini. Empat negara lainnya adalah India, Cina, Afrika, dan Brazil. Presiden SBY kebetulan bertemu dengan Angel Gurria di KTT G 8 Plus 8 di Hokkaido, Jepang bebeapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut Presiden menyatakan akan senang sekali bila Angel Gurria dapat datang ke Indonesia. Presiden berharap dapat terus menjalin kerjasama dengan Angel Gurria,” ujarnya.
Kepada wartawan Angel Gurria mengungkapkan kegembiraannya dapat menyerahkan laporan OECD tentang Indonesia secara langsung kepada Presiden SBY. ”Ketika Presiden Yudhoyono tahu bahwa kami sedang mengerjakan laporan tentang Indonesia, beliau mengundang saya datang ke Indonesia ketika sedang mengikuti KTT G 8 di Hokkaido,” kata Angel. ”Presiden mengundang kami untuk mendiskusikan kesimpulan, rekomendasi kebijakan dan juga mendiskusikan bagaimana kita dapat membangun kerjasama yang lebih dekat dan terstruktur antara Indonesia dan OECD,” jelas Angel.
Saat menerima tamunya Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. (osa)



