Berita Utama

Kunjungan Japan-Indonesia Parliamentary League

Presiden SBY bersama Taku Yamasaki, Ketua  Japan-Indonesia Parliamentary League,  di Kantor Presiden, hari Jumat (25/7) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Taku Yamasaki, Ketua Japan-Indonesia Parliamentary League, di Kantor Presiden, hari Jumat (25/7) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (25/7) sore menerima kunjungan kehormatan Japan-Indonesia Parliamentary League yang dipimpin Taku Yamasaki di Kantor Presiden. Yamasaki menyertakan empat anggota parlemen lainnya, masing-masing Motoo Hayashi ( Liberal Democratic Party), Yasuhiro Hanashi (Liberal Democratic Party), Atsushi Oshima (Partai Demokrat Jepang) dan Shigeyuki Tomita dari Partai Komei. Sementara Presiden didampingi Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal.

Kunjungan Japan-Indonesia Parliamentary League ini dilakukan terkait peringatan 50 tahun hubungan persahabatan Indonesia Jepang. Mereka juga melaporkan hasil seminar dan diskusi yang diadakan di Komisi I DPR-RI hari Kamis (24/7) lalu. "Seminar itu dilaksanakan dalam rangka peningkatan perahabatan kedua negara dan peningkatan hubungan politik dan ekonomi," ujar Yamasaki.


Kepada Yamasaki, Presiden SBY berharap, hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang semakin ditingkatkan. "Hubungan investasi agak menurun dan beliau mengundang agar Jepang lebih banyak lagi berinvestasi di Indonesia. Presiden SBY berharap agar Economic Partnership Agreement (EPA) yang sudah ditandatangani, dapat dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, SBY mengingatkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Jepang sangatlah erat. Tidak hanya pada tingkat partai politik, tingkat pemerintah legislasi, tetapi juga antara people to people," jelas Dino, usai pertemuan.

Menanggapi harapan Presiden SBY mengenai pengembangan EPA ini, Yamasaki menyatakan pihaknya akan berusaha keras untuk meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara. "Pihak Jepang juga setuju untuk menggunakan pemberlakuan EPA untuk meningkatkan hubungan kedua negara," jelas Yamasaki menutup konferensi persnya. (mit)