Berita Utama

Pengurus PWI Pusat Lapor Persiapan Kongres

Presiden SBY menerima Pengurus PWI Pusat, di Kantor Kepresidenan, hari Jumat (25/7) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menerima Pengurus PWI Pusat, di Kantor Kepresidenan, hari Jumat (25/7) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (25/7) sore menerima pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat, yang dipimpin ketua umumnya, Tarman Azzam, didampingi Ilham Bintang dan Asro Kamal Rokan. Kedatangan pimpinan PWI ini untuk melaporkan persiapan Kongres PWI ke 22 yang akan berlangsung di Banda Aceh, tanggal 28 Juli 2008. Ketika menerima pengurus PWI, Presiden didampingi Mensesneg Hatta Rajasa dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.

Usia pertemuan, Tarman Azam menjelaskan, semula direncanakan Presiden SBY akan membuka Kongres ini. "Tapi pada hari yang sama Presiden menghadiri agenda pertemuan PBB di Bali, sehingga nantinya Presiden berkenan menerima pengurus dan peserta Kongres itu di Istana Negara, tanggal 31 Juli 2008. Presiden berharap masyarakat Aceh tidak perlu kecewa, karena rencananya Presiden akan tetap akan berkunjung ke Aceh usai peringatan Hari Kemerdekaan. Karena Presiden SBY berhalangan, maka kita mengambil keputusan, yang membuka Kongres PWI nanti adalah Gubernur Aceh, dan ini penghormatan untuk masyarakat Aceh," kata Tarman.

Ditambahkan oleh Andi Mallarangeng, kepada pengurus PWI, Presiden SBY menitipkan tiga hal untuk disampaikan kepada para peserta Kongres PWI di Banda Aceh. "Pertama, dari hasil refleksi 10 tahun reformasi, pers adalah salah satu pilar demokrasi yang penting, dan ini tidak boleh terganggu. Kedua, Presiden mengharapkan pers terus membangun etika pers yang profesional. Tetapi ini adalah persoalan pers ke dalam. Silahkan masyarakat pers bersama-sama Dewan Pers dan lembaga-lembaga lain untuk mengembangkannya demi memperkuat sistem demokrasi. Ketiga, Presiden mengharapkan pers untuk terus mengikuti dan memantau proses pemilu, seluruh prosesnya," kata Andi.

"Pers diharapkan memberikan kontribusi untuk melihat, mana yang baik dan mana yang buruk. Presiden mengharapkan setelah pemilu, nantinya hasil pengamatan pers itu dirumuskan dan diserahkan kepada pemerintahan hasil pemilu, dan disampaikan kepada publik," kata Andi Mallarangeng. (win)