Berita Utama

Merpati Nusantara Perlu Diselamatkan

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (7/8) siang menerima jajaran direksi PT Merpati Nusantara Airlines, di Kantor Kepresidenan. Kedatangan pimpinan Merpati ini untuk membicarakan rencana restrukturisasi total serta penyelamatan PT. Merpati Nusantara Airlines.

Menneg BUMN Sofjan Djalil usai mendampingi Presiden mengatakan, Merpati sangat dibutuhkan oleh Indonesia. "Merpati cukup dibutuhkan untuk menghubungkan daerah-daerah di Indonesia, terutama wilayah yang tidak ada penerbangan," jelasnya. Untuk itu Merpati yang saat ini mengalami kesulitan perlu diselamatkan, kata Sofjan Djalil didampingi Menhub Jusman Sjafii Djamal dan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Bambang Bhakti .

Untuk menyelamatkan PT. Merpati Nusantara Airlines, Sofjan Djalil mengatakan, Merpati akan kembali menerbangkan pesawat-pesawat propeler sebagai usaha menghemat bahan bakar. Kemudian, kantor pusat operasional Merpati akan dipindah ke Makassar, dan Merpati akan melakukan golden shake hand (memberi pensiun dini) kepada 1.300 karyawannya. "Pilot-pilot yang tidak dibutuhkan, akan dikerjasamakan dengan Garuda, karena Garuda memerlukan tambahan bantuan," jelas Sofjan.

Sementara itu, untuk program restrukturisasi total dan penyelamatan PT Merpati, pemerintah akan memberikan bantuan tambahan biaya golden shake hand sebesar Rp 300 milyar. "Dengan demikian, Merpati baru akan selamat dari business plan yang ada, dan diharapkan dapat bekerja dengan baik dalam menghubungkan pulau-pulau di Indonesia," ujar Sofjan Djalil. (mit)