Berita Utama
Jumat, 8 Agustus 2008, 13:17:22 WIB
Presiden:
Dorong Ide Inovasi Baru, Termasuk Ide-Ide Gila
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat senang dengan upaya komunitas ristek Indonesia untuk terus mendorong kegiatan inovasi. “Inovasi teknologi yang saudara-saudara lakukan menjadi solusi terhadap banyak hal, banyak masalah dan banyak isu di dalam maupun di luar negeri. Contohnya adalah energi pangan dan lingkungan,” kata Presiden SBY menghadiri Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-13 Tahun 2008 dan Peresmian Pembukaan Ritech Expo 2008 di Istana Negara, Jumat (8/8) pagi., ah ini fiksi. Bill Gates waktu berdiskusi dengan saya mengatakan bahwa yang diperlukan itu adalah inovation centre, kekuatan imaginasi. Melamun, membayangkan, berhayal itu konon embrio dari penemuan-penemuan besar,” seru SBY.
Merespon krisis pangan dan energi dunia sekarang ini, Presiden SBY telah bertekad untuk mengubah musibah ini menjadi berkah. “Saya mengajak semua pihak, para pakar, para peneliti, kita ajak bicara bagaimana caranya mengembangkan ketahanan pangan dan ketahanan energi. Kita juga mengajak para praktisi, para industriawan dan pelaku bisnis, termasuk Kadin dengan harapan bila segitiga ini bersinergi dengan baik yaitu pemerintah, dunia usaha dan peneliti, saya yakin akan lebih bagus proses dari hulu sampai hilir,” SBY menerangkan.
“Marilah kita melihat sejenak tantangan yang dihadapi dunia dan bangsa Indonesia di abad 21 ini. Penduduk bumi sekarang berjumlah 6,6 milyar, Tahun 2030 diramalkan akan menjadi 8,4 miliar. Tahun 2050 diramalkan lagi menjadi 9,5 miliar. Indonesia sendiri sekarang penduduknya sekitar 230 juta. Tahun 2030 akan menjadi 289 juta dan tahun 2050 menjadi 313 juta,” terang SBY. ”Jumlah penduduk yang begini besar pasti memiliki konsekuensi pada konsumsi pada kebutuhan akan pangan, energi dan juga akhirnya berkaitan dengan lingkungan hidup kita,” lanjutnya.
”Oleh karena itulah sejak tahun 2004 di berbagai forum dalam dan luar negeri saya mengatakan bahwa kita tengah membangun peradaban gelombang keempat yang saya sebut ’save our planet society’. Menurut Presiden SBY solusi menghadapi tantangan dunia abad 21 ini ada dua. ”Pertama, bagaimanapun umat manusia termasuk bangsa Indonesia harus memiliki gaya hidup yang baru, pandai merawat lingkungannya, dan biaya hidup yang hemat energi. Kedua adalah intervensi teknologi, inovasi teknologi,” jelasnya.
Sedangkan mengenai banyaknya pertanyaan tentang nasib dan masa depan peneliti, Presiden SBY sudah menugasi Mendiknas, Menristek, MenPAN, Menteri Keuangan untuk merumuskan kebijakaan, aturan yang adil dan baik untuk para peneliti kita. ”Jangan sampai ada istilah begitu menjadi peneliti menggrudili bank, hidupnya sulit berkembang karena insentif dan jenjang karier dan penghargaan lain yang jauh dari memadai. Oleh karena itu saya ingin betul-betul dirumuskan karena saya yakin masih dalam batas kemampuan negara kita untuk memberikan insentif dan penghargaan kepada para peneliti kita,” ujar SBY. (osa)



