Berita Utama
Minggu, 10 Agustus 2008, 12:03:18 WIB
Tasyakur 75 Tahun As-Syafi'iyah
Presiden: Dalam Globalisasi, Kegiatan Dakwah Makin Penting
Presiden SBY dan Ibu Ani menghadiri acara Tasyakur 75 Tahun As-Syafi`iyah di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (10/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
"Kita ingin, melalui dahwah terus kita bangun akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur. Melalui dakwah, kita ingin terus mengembangkan nilai dan kehidupan yang religius, kehidupan yang islami. Melalui dakwah kita ingin membangun jiwa yang penuh cahaya, sikap yang optimis dan pikiran yang positif. Dengan itu semua Insya Allah kehidupan di negeri ini akan semakin maju dalam suasana ketentraman lahir dan batin", kata SBY.
"Demikian juga dengan kegiatan sosial dan ekonomi keumatan. Pemerintah terus memberikan dukungan dan dorongan atas upaya dari segenap komponen bangsa untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesetiakawanan sosial," kata SBY. Presiden SBY menyambut baik tema penyelenggaraan acara ini yaitu Tasyakur Untuk Membangun Jati Diri Bagi Kemajuan Bangsa Yang Bermartabat. "Tema ini relevan dengan bangsa Indonesia yang terus berjuang bagi kemajuan bangsa," kata SBY.
Pimpinan Asyafi'iyah dan Ketua BKMT Tuti Alawiyah dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan tausyiah sudah dimulai sejak tanggal 7 Agustus dan akan berakhir tanggal 11 Agustus 2008. "Berbagai acara sudah kami selenggarakan seperti kegiatan sosial, pemberian bantuan kepada kaum lansia, kongres BKMY dan seminar internasional. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 1.200 orang dari 31 provinsi di seluruh Indonesia. Ada juga yang datang naik kapal melewati perjalanan 7 hari 7 malam," ujar Tuti.
"BKMT didirikan dengan tujuan membangun masyarakat Indonesia yang lahir untuk mencintai orang lain lebih daripada dirinya sendiri," tambahnya. Pagelaran akbar berjudul Kembali Kepada Alquran menjadi penutup acara. Pagelaran akbar ini didukung lebih dari 2.500 pengisi acara. Hadir dalam acara ini antara lain Menag Maftuh Basyunu, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menkominfo M.Nuh dan Wakil Gubernur Jakarta Prijanto. (osa)



