Berita Utama

Subsidi BBM akan Dievaluasi Sesuai Perkembangan Harga Minyak Dunia

Presiden SBY sebelum menyampaikan Pidato Kenegaraan serta Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2009 Beserta Nota Keuangannya, di Gedung DPR-RI hari Jumat (15/8) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY sebelum menyampaikan Pidato Kenegaraan serta Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2009 Beserta Nota Keuangannya, di Gedung DPR-RI hari Jumat (15/8) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Pemerintah akan terus memperbaiki kebijakan subsidi agar makin tepat dan tidak terjadi salah sasaran. Anggaran untuk subsidi BBM akan dievaluasi berdasarkan perkembangan harga minyak di pasar dunia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeaskan hal ini pada bagian lain Pidato Kenegaraan-nya dalam Sidang Paripurna DPR, Jumat (15/8) pagi.

"Pemerintah bertekad untuk menjaga stabilitas perekonomian melalui pengendalian harga BBM dan tarif dasar listrik. Namun demikian, pemerintah akan terus memperbaiki kebijakan subsidi agar makin tepat dan tidak terjadi salah sasaran, serta mengevaluasi anggaran subsidi berdasarkan perkembangan harga minyak dipasar dunia,” ujar Presiden SBY.

Dalam RAPBN 2009, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk subsidi BBM sebesar Rp 101,4 triliun, sementara subsidi listrik sebesar Rp 60,4 triliun. Selain itu masih ada subsidi pangan, pupuk, dan benih sebesar Rp 32 triliun.

Dalam upaya mengendalikan beban subsidi BBM, pemerintah akan semakin mempercepat program konversi bahan bakar minyak tanah rumah tangga ke LPG, dan melanjutkan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi melalui kebijakan fiskal dan nonfiskal. "Dalam kaitan dengan upaya penghematan subsidi listrik, saya sangat menghargai pengertian masyarakat dan dunia usaha terkait dengan kebijakan pergeseran jam kerja sektor industri untuk mengurangi beban puncak pemakaian listrik. Insya Allah, dalam beberapa waktu ke depan penyediaan energi listrik akan dapat bertambah melalui pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt yang sepenuhnya didukung pemerintah," Presiden menjelaskan.

Di sisi lain, lanjut Presiden SBY, alokasi subsidi sektor pertanian, pupuk, dan benih yang lebih besar dalam RAPBN 2009 diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi pertanian. Sementara itu, peningkatan subsidi pangan direncanakan untuk membantu penyediaan beras dengan harga yang lebih murah bagi sekitar 19 juta rumah tangga sasaran. (win)