Berita Utama

Dialog dengan Masyarakat Pulau Terdepan

Jakarta: Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke 63 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (16/8) sore, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono mengadakan percakapan langsung secara visual (video conference) dengan warga masyarakat di empat lokasi yang mewakili daerah tertinggal dan pulau terdepan di Indonesia. Empat daerah tersebut adalah Pulau Breueh, Desa Kisar, Desa Marore dan Desa Rinding Allo.

Presiden SBY mengadakan telewicara dengan masyarakat di Pulau Breueh. Pulau ini terletak di Kabupaten Aceh Besar, NAD. Wakil Gubernur Muhamad Nazar mengungkapkan kepada SBY mengenai harapannya agar BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) dapat mempercepat pembangunan di Aceh. Ia juga menyampaikan harapan masyarakat agar pemerintah segera membangun jembatan penghubung serta bantuan kapal laut untuk mempermudah transportasi di daerah tersebut.

Menjawab curhat Wagub Aceh, Presiden SBY mengatakan bahwa pemerintah akan berusaha sekuat tenaga untuk melakukannya secara bertahap. "Tentang kebutuhan jembatan, kapal laut, pemerintah Aceh harus membuat konsepnya, seperti apa. Supaya kita tahu mana yang bisa didukung, mana yang harus mendapatkan bantuan dari pusat. Dengan demikian, penggunaan dana tepat, sesuai dengan prioritasnya," ujar SBY. Mengenai perkembangan pendidikan di sana, Presiden SBY berharap agar pemerintah daerah setempat menggunakan dana sebaik-baiknya, karena pemerintah menaikkan anggaran sebesar 20 persen pada tahun 2009.

Telewicara kedua dengan masyarakat Desa Kisar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang dekat dan berbatasan dengan Timor Leste. Gubernur Maluku, Karel Ralahalu mengatakan, pembangunan di Desa Kisar sudah berjalan dengan baik. Namun masyarakat Desa Kisar mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk secara bertahap membangun sistem transportasi yang lebih baik serta memberikan bantuan kapal laut. Menanggapi hal tersebut, SBY menginstruksikan menteri-menteri terkait untuk membantu Desa Kisar memperbaiki sistem transportasinya . "Karena kapal khusus diperlukan untuk mengangkut logistik, bahan bakar, dan lain sebagainya. Ini penting untuk menjaga kelangsungan hidup," jelas Presiden.

Setelah itu, SBY melakukan telewicara dengan masyarakat Desa Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berbatasan dengan Filipina. Camat Maroree, Rosita, mengatakan bahwa saat ini Desa Marore sedang berkembang dan dalam kondisi yang aman. Kendati demikian, masyarakat setempat memiliki kesulitan untuk mendapatkan BBM, karena untuk mendapatkan BBM, mereka harus pergi ke ibukota dan menempuh perjalanan selama 8 jam dengan perahu kecil. Selain itu, mereka juga sulit mendapatkan air bersih. Presiden SBY segera menginstruksikan kepada menteri-menteri terkait untuk memenuhi kebutuhan Desa Marore. "Permohonan Ibu sangat masuk akal dan insya Allah kita akan memenuhi harapan masyarakat Marore," ujar SBY. Presiden juga berharap agar kesejahteraan dan karier PNS dan kepolisian diperhatikan oleh pemerintah pusat.

Terakhir, Presiden SBY melakukan telewicara dengan masyarakat dari Desa Rinding Allo, Kabupaten Luwuk Utara di Sulawesi Selatan. Masyarakat Desa Rinding Allo berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki jalanan. "Karena diperlukan waktu lima jam untuk sampai ke ibukota," ujar warga. Mendengar keluhan masyarakat, Presiden SBY langsung memberikan instruksi kepada menteri terkait untuk membantu. "Mengenai masalah jalan, kalau ada kondisi seperti ini, Bupati, Menteri PU dan Gubernur harus segera bertemu. Harus kita perbaiki dan bangun," ujar Presiden. SBY memuji usaha masyarakat setempat untuk berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.

Tampak hadir mendampingi Presiden dalam video conference ini antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menteri PU Joko Kirmanto, Menhan Juwono Soedarsono, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menhub Jusman Sjafii Djamal, Menakertrans Erman Soeparno, Mensesneg Hatta Rajasa dan Kapolri Jendral Sutanto. (mit)