Rabu, 20 Agustus 2008, 13:13:04 WIB
"Mari Kita Awasi Anggaran Pendidikan"
Presiden SBY menyerahkan Buku Teks Pelajaran Murah kepada Gubernur DIY dan Gubernur Sulsel, pada acara pembukaan IOAA Ke-2 di Istana Neraga, Rabu (20/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Mulai sekarang tidak boleh ada lagi gedung-gedung sekolah dan fasilitasnya yang memprihatinkan, karena pada APBN 2009 pemerintah telah menganggarkaan pendidikan sebanyak 20 persen, lebih besar dibanding anggaran kementerian dan lembaga yang lain.
"Saya ingin, mendiknas, gubernur, bupatidan walikota untuk memastikan, ke depan nanti tidak boleh ada lagi gedung-gedung sekolah dan fasilitasnya yang memprihatinkan. Saya nanti akan mengecek di lapangan bersama gubernur, untuk memastikan anak-anak kita aman dan bisa belajar dengan baik,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan IOAA Ke 2, dan peluncuran Buku Teks Pelajaran Murah, Rabu (20/8) pagi, di Istana Negara.
Presiden menambahkan, selama 4 tahun berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia dan berdialog langsung dengan masyarakat, ada tiga hal yang dikeluhkan masyarakat, terutama para orang tua. "Yaitu, pertama buku harganya mahal dan sering berganti-ganti. Kedua, gedung sekolah banyak yang dinilai tidak layak dan tidak aman bagi anak-anak yang belajar di dalamnya. Ketiga, para guru minta kesejahteraannya dinaikkan.
Insya Allah, ke depan ini kita akan dapat memenuhi tuntutan dan aspirasi itu lebih baik lagi. Tentu tidak bisa sekaligus, melainkan bertahap dan berlanjut,” kata Presiden SBY.
Presiden juga minta agar biaya rutin dan biaya manajemen lembaga pendidikan agar tetap efesien, tidak perlu ikut-ikutan dinaikkan. Karena anggarannya naik sekian puluh trilyun, lantas dinaikkan pula anggaran rutin dan manajemen lembaga. Cukup!" Tegas Presiden. Presiden berharap kepada seluruh masyarakat luas untuk ikut mengawasi anggaran pendidikan. ”Masukkan ke SMS kepada saya. Anggaran pendidikan 20 persen, tapi saya minta dilakukan pengawasan jangan sampai ada penyimpanagan ,” ujar Presiden SBY. (win)