Berita Utama

Presiden Terima Prof. Gambari

Indonesia Akan Tetap Berperan Dalam Focus Group

Presiden SBY  menerima Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Myanmar, Prof. Ibrahim Gambari, di Kantor Presiden, hari Rabu (27/8) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menerima Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Myanmar, Prof. Ibrahim Gambari, di Kantor Presiden, hari Rabu (27/8) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (27/8) siang menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Myanmar, Prof. Ibrahim Gambari, di Kantor Presiden. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit, Gambari menjelaskan hasil kunjungannya ke Myanmar, serta mendapatkan masukan dari Presiden SBY.

Usai pertemuan, Jubir Presiden Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal kepada wartawan mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY menyatakan dukungannya terhadap peran good office (jasa baik) Sekjen PBB Ban Ki Moon yang dilaksanakan oleh Gambari. "Proses ini penting, dan SBY terus mendorong dan memberikan apresiasi bagi upaya yang dilaksanakan Gambari dalam suasana yang memang masih sulit," kata Dino Patti Djalal.

SBY juga menekankan bahwa Indonesia akan tetap memainkan peran dalam rangka Focus Group yang sekarang sedang dirintis di Markas PBB di New York. "Presiden mengatakan kepada Gambari bahwa Indonesia akan terus memajukan proses Focus Group ini. Dan juga berharap, pemerintah Myanmar, Indonesia, China dan juga Gambari sendiri untuk terus melakukan dialog dalam rangka Focus Group ini," lanjut Dino.

Selain itu, dijelaskan oleh Dino, SBY berharap akan ada pemulihan pelaksanaan kembali dialog antara pemerintah dengan tokohoposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi. "Sejak Januari, dialog ini belum terlaksana, jadi merupakan suatu yal yang memprihatinkan. Presiden SBY berharap agar dialog ini dapat dilanjutkan dan dihidupkan kembali," tambah Dino.

"Hingga saat ini, Myanmar telah melakukan 4 tahap dalam Roadmap to Democracy yang terdiri dari 7 tahap. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh Myanmar antara lain melaksanakan Pemilu pada tahun 2010, pemilihan parlemen kemudian transfer of power. Kita berharap, dari sekarang hingga 2010, prosesnya harus inklusif dan kredibel. Bagaimana caranya ini, adalah suatu hal yang negara-negara kawasan dan PBB dapat memainkan peranan penting untuk membantu Myanmar untuk sukseskan Roadmap to Democracy. Oleh karena itu, kepada Gambari, Presiden SBY menekankan pentingnya meningkatkan kredibilitas yang dibarengi dengan proses yang inklusif untuk mensukseskan Roadmap to Democracy.

"Karena Pemilu di Myanmar yang akan dilaksanakan pada tahun 2010 sudah dekat, maka Presiden SBY mengharapkan adanya kontak yang lebih reguler antara Gambari dengan Myanmar. Waktu menjelang proses Pemilu 2010 di Myanmar semakin bergulir, kiranya Gambari diharapkan melakukan fasilitas untuk berkunjung rutin ke Myanmar," Dino menjelaskan.

Presiden SBY juga mengatakan kepada Gambari akan selalu menjaga hubungan baik dengan Jenderal Than Shwe. SBY mengatakan akan terus menjaga hubungan baik, dan selama ini SBY aktif untuk berkomunikasi melalui surat. Sebenarnya, Jenderal Than Shwe berencana untuk mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu, namun kunjungannya ke Indonesia ditunda dikarenakan mantan presiden Soeharto meninggal dunia," tambah Dino.

Saat menerima Ibrahim Gambari, Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng serta Dirjen Asia Pasifik Deplu Primo A. Joelianto. (mit)